a
Widget Image
sebuah mobil saat melintas digenangan banjir di Banten  / RONALD

Ini Keterangan BMKG Atas Terjadinya Banjir Di Banten

SERANG, BANPOS – Musibah banjir yang melanda Banten pada Senin pagi (25/7/2016) diakibatkan karena cuaca ekstrem. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Klas I Serang, Rofikoh LY, mengatakan hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang melanda wilayah Banten secara umum menyebabkan adanya tekanan rendah di barat daya Banten.

“Tekanan rendah itu terjadi di Samudra Hindia tapi dampaknya sampai ke barat daya Banten. Disitu uap airnya cukup banyak, jadi potensi pertumbuhan awan tinggi sehingga berpeluang hujan lebat,” jelasnya ditemui BANPOS, Selasa (25/7).

Rofikoh mengatakan, pertanggal 25 Juli curah hujan di Pandeglang daerah Labuan mencapai 56 mm, Cilemer 47 mm, Jiput 367 mm, pulosari 275 mm.

Sementara curah hujan di Serang, padarincang 175 mm dan mancak 53 mm. Jika dihitung curah hujan dalam sehari diatas 50 mm sudah termasuk ekstrem yang berarti intensitasnya tinggi.

“Pertumbuhan awan di barat daya Banten sudah mulai terlihat sejak pukul 16.00 WIB pada 24 Juli. Dilihat dari citra satelit awan pekat hitam terus tumbuh hingga pukul 22.00 WIB sehingga terjadi hujan lebat. Selepas pukul 22.00 WIB hingga dini hari awan hitam sudah mulai berkurang,” katanya.

Rofikoh menuturkan, cuaca ekstrem juga disebabkan wilayah Banten yang sedang dilanda kemarau basah dan telah memasuki La Nina lemah pada Juli ini.

Gelombang tinggi air pantai menghancurkan bangunan rumah disekitaran pantai / RONALD

Gelombang tinggi air pantai menghancurkan bangunan rumah disekitaran pantai / RONALD

Kondisi cuaca secara umum di Banten pada 24 Juli kemarin pukul 07.00 – 25 Juli pukul 07.00 WIB berawan dan hujan sedang. Jarak pandang 4-7 km, arah dan kecepatan angin yakni utara-timur laut, 8-20 km per jam. Suhu udara maksimum 32-33 derajat celcius dan suhu udara minimum 23-24 derajat celcius. Kelembaban maksimum 90-95 persen dan kelembaban minimum 60-65 persen.

“Prakiraan gelombang Selat Sunda Utara 0,25-1 meter arah gerak timur, Selat Sunda Selatan 1,5-3 meter arah gerak selatan. Angin kencang yang terjadi mengakibatkan ketinggian gelombang mencapai 2,5-4 meter di Selat Sunda bagian Selatan. Tingginya air bisa sampai ke darat dan itu bukan rob, tapi gelombang tinggi,” tuturnya. (SUF/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment