a
Widget Image
Jalan penghubung Desa Bojen - Teluklada rusak parah / YOGI

Jalan Penghubung Desa Bojen – Teluklada Rusak Parah

SOBANG, BANPOS – Sepanjang tiga kilometer ruas jalan penghubung Desa Bojen – Teluklada, Kecamatan Sobang, tepatnya di Kampung Bojentanggul rusak parah. Hampir 15 tahun jalan tersebut belum pernah tersentuh lagi pembangunan. Warga dan pengguna jalan di lokasi tersebut mengeluhkan jalan itu karena menurut warga jalan tersebut adalah jalan ekonomi bagi masyarakat.

Pantauan BANPOS di sepanjang ruas jalan itu terdapat banyak lubang besar yang digenangi air dan penuh dengan lumpur.

Kepala Desa Bojen, Jumena mengaku, korndisi jalan tersebut sudah parah, kondisi dengan genangan air dan lumpur membuat warga yang melintas kesulitan. Jalan itu kata dia, adalah akses perekonomian warga karena menuju lahan pertanian masyarakat.

“Itu satu-satunya akses kelahan pertanian warga disini, selain itu juga jalan ini merupakan penghubung antara dua desa, yakni Bojen – Teluklada. Tapi kondiosinya rusak parah,” kata Jumena, Kamis (21/7).

Sementara Camat Sobang, Dani Ramdani mengatakan, tahun 2015 lalu ada wacana rencananya jalan itu akan diperbaiki tahun ini, namun nampaknya Pemkab Pandeglang belum bisa melaksanakan tahun ini karena baru melakukan inventarisasi jalan kabupaten.

Hingga saat ini waktunya belum bisa dipastikan. Pihaknya meminta kepada Pemkab Pandeglang, untuk secepatnya melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut, sebab kata dia, jalur itu merupakan akses utama anatar warga Desa Bojen dan Teluklada.

“Kami minta jalan ini secepatnya dibangun, karena sudah cukup lama belum dilakukan perbaikan, ahirnya kondisi jalan saat ini sangat memperihatinkan. Tentu hal ini menjadi kewenangan Pemkab Pandeglang,”tuturnya.

Ia menambahkan, tahun 2015 lalu jalur itu pernah dibangun, tetapi baru 900 meter saja. Kata dia, jika nanti dilakukan perbaikan harapannya dapat dilakukan dengan cara betonisasi, sebab konstruksi tanah di jalur itu labil, jika tidak dibeton, hawatir akan mudah rusak lagi.

“Kalau hanya sebatas pengaspalan atau hotmix, yakin tidak akan bertahan lama. Tanah yang labil mudah bergeser,” tambahnya.

Kata Dani, untuk konstruksi tanah semacam itu harus ada solusi agar jalan bisa awet, karena yang perlu dipertimbangkan kata dia, bukan hanya jalan jadi dibangun, namun kualitas jalan sebagai faktor penunjang masyarakat dalam meningkatkan ekonomi lebih penting.

“Meski tahun ini belum ada informasi akan dibangun, namun kami tetap berupaya agar ada perbaikan tahun ini. Minimal sebelum dilakukan pembangunan lebih besar seperti betonisasi, namun Pemkab Pandeglang juga bisa melakukan pengerasan,” pungkasnya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment