Mayat Perempuan Mengambang di Kali Koronjo, Murni Pembunuhan

SUKARESMI, BANPOS – Penemuan mayat perempuan yang mengambang di Kali Koronjo, tepatnya di Kampung Rancajaya, Desa Karaysari, Kecamatan Sukaresmi, Sabtu (16/7) lalu, ternyata murni pembunuhan. Sebelumnya dikabarkan korban bernama Sela (14) adalah warga Kampung Taraju, RT 01/01, Desa/Kecamatan Angsana.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, korban dibunuh dengan cara dipukul dibeberapa bagian tubuh sampai jatuh ke sungai,” kata Kapolres Pandeglang, AKBP Ary Satriyan, Selsa (19/7).

Pada saat korban hendak menyelamatkan diri dengan cara naik ke darat dari sungai, pelaku menenggelamkan korban hingga meninggal dunia. Pelaku berinisial AD (16) tega membunuh Sela selepas bertengkar yang diawali adu mulut.

“Mulanya adu mulut, cekcok antara Sela dan pelaku. Atas pengakuan pelaku bahwa Sela adalah kekasihnya, sedangkan cekcok diakibatkan Sela meminta pertanggungjawaban pelaku atas perbuatannya yang menjadikan Sela hamil,” ujarnya.

AD ternyata mengaku telah lama memadu kasih dengan Sela, saking lamanya berpacaran sehingga berani melakukan hubungan intim yang menjadikan Sela hamil. Karena AD takut diketahui orang telah menghamili Sela, AD tidak mau bertanggungjawab atas perbuatannya.

“Tidak lama setelah penemuan mayat Sela, kepolisian langsung melakukan pencarian dengan sejumlah petunjuk, alhasil polisi bisa mengamankan pelaku. Kemudian karena pelaku ini dibawah umur, maka polisi akan melakukan proses dengan cepat, hawatir kejiwaan pelaku semakin terganggu,” kata Ary.

Setelah selesai diproses di Polres Pandeglang, nanti AD akan diproses di kejaksaan yang kemudian baru ditempatkan di rutan.

Karena dibawah umur, maka penyidik dari Polres Pandeglang memeriksa tersangka dengan cara suasana kekeluargaan, serata meminta saran dari pembimbing kemasyarakatan jika diperlukan dari ahli agama dan psikiatri.

Berdasarkan informasi dari kakak ipar korban, Apri (30) sekaligus orang pertama yang menemukan Sela mengambang di sungai. Adik iparnya itu benar berpacaran denga AD, namun keluarga tidak menyangka jika Sela sedang hamil.

“Memang almarhumah (Sela, red) sering jalan dengan pelaku, setahu saya mereka pacaran. Namun sungguh kami keluarga, tidak tahu kalau Sela hamil, dia tidak pernah jujur kepada kami,” kata Apri.

Dia berharap pihak kepolisian menjatuhi hukuman yang berat agar bisa memberikan efek jera kepada pelaku, dan kepada masyarakat lain agar tidak melakukan tindakan kriminal sampai menghabisi nyawa seperti yang menimpa Sela.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment