a
Widget Image
Stasiun Maja

Melihat Perubahan di Stasiun Maja, Lebak

Lift, Ruang Menyusui, Rel Ganda Pemicu Awal Pertumbuhan

Stasiun kereta api Maja, Lebak, kini benar-benar telah berubah. Berbeda jauh dengan stasiun Maja lama. Tampilannya lebih megah, modern, dilengkapi berbagai fasilitas. Perubahan lain, ada budaya pelayanan baru.

Laporan: Rizal Maulana

Stasiun ini dilengkapi lift untuk para penyandang cacat, lansia, ibu hamil dan anak kecil. Lift itu membawa penumpang ke ruang tunggu. Bahkan di lantai atas, ada ruang ber-AC untuk ibu menyusui, toilet yang modern, hingga mushola yang nyaman.

Area parkir juga telah berubah. Terlihat luas dan rapih. Mungkin bisa menampung 200 motor dan belasan mobil. Penjaga parkir juga standby 24 jam, sehingga para penumpang bisa menginapkan kendaraannya. Cukup membayar Rp10 ribu untuk satu malam, motor sudah aman.

Beberapa kursi juga terihat di area tunggu penumpang. Tong sampah ditempatkan di beberapa sudut. Dan yang penting lagi, ada stiker larangan merokok di seluruh area stasiun yang mulai dibangun sejak 2014 itu.

Pelayanan para petugas stasiun pun telah banyak berubah. Petugas loket, penjaga pintu masuk dan sejumlah satpam di beberapa titik area stasiun cukup ramah melayani penumpang.

Layanan utama, yakni jadwal dan rute kereta api dari Maja ke Jakarta dan sebaliknya, juga semakin banyak. Sejak proyek elektrifikasi dan double track(rel ganda) ke Maja rampung pada 2015 lalu, Stasiun Maja sudah terintegrasi dengan KRLJabodetabek.

Ada 31 jadwal keberangkatan setiap harinya dari Maja menuju Tanah Abang melewati Serpong dan Kebayoran Lama. Kereta beroperasi sejak pukul 05.00 pagi hingga pukul 11.00 malam.

“Setiap jam ada kereta. Ini jadi andalan saya kalau ke Jakarta,” kata Reni, warga Maja, kepada BANTEN POS.

Stasiun ini diresmikan 11 Mei 2016 lalu oleh Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwiatmoko.Stasiun Maja diresmikan bersamaan dengan tiga stasiun lainnya, Stasiun Kebayoran dan Parung Panjang. Renovasi tiga stasiun itu menghabiskan dana Rp112 miliar.

stasiun maja

Loket Stasiun Maja

Revitalisasi Stasiun Maja juga telah meningkatkan daya tampung penumpang. Kini, stasiun itu bisa melayani 4.687 penumpang setiap hari.Jika dulu transportasi kereta diabaikan karena pelayanan yang buruk, namun kini semua telah berubah. Transformasi PT KAI sejak dipimpin Jonan, telah mengubah wajah perkerataapian negeri ini.

Percepatan pengembangan ekonomi Banten Selatan, terutama Lebak dan Pandeglang tampaknya dimulai dari Stasiun Maja yang megah itu. Akses ke Jakarta dan sebaliknya akan semakin cepat, nyaman, dan murah. Ini akan mendorong banyak orang menggunakan kereta.

Stasiun Maja menjadi pemicu bagi pengembangan ekonomi di wilayah ini. Lihat saja, sejak double track rampung ke Maja dan tahun 2016 diproyeksikan akan sampai ke Rangkasbitung, para pengembang perumahan mulai bergerak.

Ciputra misalnya, sudah mengembangkan perumahan Citra Maja dengan luas lahan 2.000 hektar. Bahkan, sudah 4.500 unit rumah terjual. Belum lagi, beberapa pengembang kecil juga sudah siap membangun berbagai type rumah. Mulai kelas rumah sederhana hingga menengah.

Mereka menjadikan Stasiun Maja sebagai simpul transportasi utama untuk dijual ke konsumen. Ciputra bahkan akan membangun stasiun khusus di jalur kereta antara Maja dan Citeras sebagai keunggulan perumahan mereka.

Seperti lift yang mengantarkan para penumpag ke lantai atas, Stasiun Maja akan menjadi kunci utama mengantarkan Banten Selatan naik kelas. (*)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment