Ilustrasi

Nyambi Sebagai Pengecer Judi Togel, Seorang Tukang Ojek Dituntut 11 Bulan Penjara

SERANG, BANPOS – Seorang tukang ojek bernama Juanta (38) dituntut pidana penjara selama 11 bulan. Sebab, warga Kampung Bojong, Desa Suka Dalam, Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang nyambi menjadi pengecer judi jenis togel. Ia ditangkap polisi dari Polda Banten dengan barang bukti uang Rp10 ribu.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang Sudiarso dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, kemarin.

Sidang dipimpin majelis hakim Dasriwati. Sedangkan terdakwa duduk di meja hijau tanpa didampingi pengacara.
“Supaya majelis hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 11 bulan dengan perintah agar tetap di tahan,” ujar Sudiarso membacakan amar tuntutan.

Perbuatan terdakwa yang menawarkan judi dan menjadikannya sebagia mata pencarian telah dianggap JPU telah memenuhi unsur dakwaan pertama Pasal 303 KHU Pidana ayat (1) ke-1 tentang Perjudian.
“Menyatakan barang bukti uang Rp10 ribu dirampas untuk negara, satu buah handphone 206 warna hitam, satu buah handphone cross yang digunakan untuk merangkap nomor togel,” kata JPU.

Menanggapi surat tuntutan JPU tersebut, terdakwa menyatakan tidak keberatan. Atas tanggapan terdakwa tersebut, ketua majelis hakim Dasriwati selanjutnya menunda persidangan dan melanjutkan pada Kamis pekan depan dengan agenda pembacaan putusan.

Kasus judi togel oleh terdakwa ini berhasil diungkap petugas kepolisian pada Sabtu 20 Febuari 2016 lalu. Saat itu terdakwa berhasil dibekuk di kampungnya. Menjadi pengecer judi, sudah dilakoni oleh terdakwa sejak tahun 2015 lalu.

Pada bulan Agustus 2015, terdakwa mulai memulai mengedarkan bisnis sampingannya kepada warga. Bagi warga yang ingin memasang judi togel dengan nomor dua angka akan mendapatkan imbalan Rp60 ribu jika memasang dengan nilai seribu rupiah.

Pemasang judi togel akan mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah jika nomor yang dipasang tiga atau empat angka. Para pejudi yang menjadi konsumennya cukup mengirimkan angka yang dipasang beserta nilai uang sebagai jaminan. Terdakwa mendapat imbalan sebesar 10 persen dari setiap transaksi judi togel tersebut dari seorang bandar.

Namun bisnis sampingan terdakwa tersebut kemudian tercium oleh petugas. Puncaknya, petugas berpakaian preman berhasil menciduknya ke Mapolda Banten. Kini petugas masih memburu bandar judi togel tersebut yang identitasnya sudah diketahui. (NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment