a
Widget Image
seorang anak kecil saat akan masuk kerumahnya yang mengalami bencana banjir / DIKA

Pasca Banjir, Warga Anyer Khawatir Timbulnya Penyakit

SERANG, BANPOS – Dikelilingi sejumlah pabrik besar, warga korban banjir di kawasan Anyer khawatir banjir akan membawa pencemaran kimia hasil industri, hingga menimbulkan penyakit bagi masyarakat.

Kekhawatiran masyarakat bukan tanpa alasan, pasalnya disepanjang pesisir menuju Pantai Anyar dan Carita, tepatnya di kawasan Cigading dan Ciwandan dipenuhi dengan berbagai macam industri, seperti Industri Kimia dari PT Candra Asri Petrochemical, PT Semen Merah Putih, PT Sankyu, dan masih banyak lainnya.

“Rawa di urug sama Candra Asri, dikasih selokan kecil, air ga ketampung, ga kebuang ke laut, balik lagi kesini. Dulu ga banjir, cuma genangan doangan. Ini yang paling parah,” kata Dani Hamdani, Ketua RW 04 Kampung Waluran, Desa Anyer, saat ditemui dikediamannya tepat di belakang Pasar Anyar, Kabupaten Serang.

Menanggapi kehawatirab tersebut, Gubernur Provinsi Banten, Rano Karno tidak menampik bahwa kemungkinan tersebut dapat saja terjadi, namun hingga kini dirinya belun mendapatkan laporan terkait hal tersebut.

Guna memastikan, pihaknya akan menganalisis kemungkinan tersebut apakah akan berdampak negatif untuk masyarakat arau tidak.

“Itu harus di analisa, kita ada 85 industri kimia besar. Kita pelajari nanti, regulasi itu ada di pusat, kita cari solusi nya seperti apa. Lingkungan harus menjadi ujung tombak dalam pembangunan,” Ujar Gubernur Banten, Rano Karno.

Jika terjadi bahaya kimia, maka baik perusahaan dan pemerintah akan memberitahu kepada masyarakat dan akan disikapi dengan sesegera mungkin sesuai Standar Operasi dan Prosedir (SOP).

“Kalau ada bencana gempa, ada kebocoran, masyarakat harus tahu. Kita belum dapat laporan,” Pungkasnya. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment