a
Widget Image
Ratusan Bangli dan Warem dilingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Jaya, kecamatan Grogol, Merak resmi dibongkar Pemkot Cilegon, Senin (25/7) / Elfrida Ully Artha **Banten Pos***

Pemkot Cilegon Akan Tindak Tegas Bangunan Liar Di Wilayahnya

CILEGON, BANPOS – Pemkot Cilegon masih memberikan tenggang waktu hingga dua minggu kedepan kepada warga yang masih menetap di lingkungan Gerem untuk membongkar sendiri bangunan tempat tinggalnya.

Diketahui, siang tadi, pemkot Cilegon yang dipimpin langsung Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi, Wakil Walikota Edi Ariadi, serta unsur mispida di Pemkot Cilegon, membongkar paksa bangli dan warem yang berdiri di sepanjang jalur kereta api di Lingkungan Cikuasa Pantai dan Kramat Jaya, Kecamatan Grogol, Merak, Senin (25/7/2016).

“Kita berikan waktu sampai dua minggu bagi warga yang memiliki tempat tinggal di sana. Nanti pihak kelurahaan dan Kecamatan yang akan memberikan arahan langsung kepada warga,” tambahnya.

Iman menyayangkan keberadaan bangunan liar dan warem berada dekat dengan lokasi pipa gas yang sangat berbahaya.

“Saya bingung kenapa mereka berani membangun tempat tinggal di samping pipa gas. Itu kan bahaya. Gimana kalau terjadi hal-hal yang tidak diiginkan,” ujarnya.

Dalam pembongkaran ini, sambung Iman, tidak dipungkiri ada beberapa pihak yang menolak adanya pembongkaran tersebut. Tapi dalam hal ini, pembongkaran ini sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Enggak dipungkiri pasti ada pro kontra dari masyarakat terhadap pembongkaran ini. Pemkot tidak akan takut bila ada pelaporan ke pihak kepolisian seperti kasus yang pernah kita alamai,” sambungnya.

Ia menyadari, hampir semua warga yang berada di lingkungan Gerem tidak memilki identitas KTP atau surat izin menterap lainnya.

“Saya juga bingung sama mereka kok bisa tinggal di Cilegon tapi tidak punya KTP. Siapapun boleh datang dan menetap di Cilegon tapi perlu diingat pendatang ini juga harus mematuhi peraturan yang telah ada,” ujarnya.

Menurutnya, warem itu juga membahayakan bagi masyarakat sekitar. Selain dampak sosial dan penyakit masyarakat, juga berbahaya karena bangunan warem itu dibangun di atas pipa gas.

“Jadi kita tidak akan diam begitu saja. Apalagi dalam penertiban bangunan liar ini,” pungkasnya.

Ditempat terpisah Camat Pulomerak Johadi M Syukur mengaku untuk wilayah Pulomerak tinggal satu titik yang akan dilakukan pembongkaran. Namun sebelumnya, dua titik sudah dibongkar langsung oleh masyarakat sekitar.

“Di Pulomerak udah dua titik yang dibongkar langsung oleh warga. Yaitu, play over ASDP, Merak Beach. Sedangkan satu titik yang hari ini dibongkar berada di Flay Over Mekarsari,” ujar Johadi.

Johadi menganggap, himbauan yang telah diberikan oleh Pemkot Cilegon tidak pernah dihiraukan oleh masyarakat bahkan hanya dianggap suatu teguran biasa. (EUA)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment