Penemuan Mayat Perempuan di Kali Koronjo Dilatarbelakangi SMS

SUKARESMI, BANPOS – Tak kunjung pulang selama tiga hari selepas bermain dengan temannya, Sela (14 Tahun) warga Kampung Taraju, RT 01/01, Desa/Kecamatan Angsana, akhirnya ditemukan dengan kondisi tak bernyawa di Kali Koronjo, tepatnya di Kampung Rancajaya, Desa Karaysari, Kecamatan Sukaresmi, Sabtu (16/7/2016).

Dilatarbelakangi SMS yang masuk ke ponsel keluarga untuk mengambil sepeda motor di sekitar kali tersebut, Sela pertama kali ditemukan oleh kakak iparnya, Apri (30) dalam keadaan mengapung di Kali Koronjo.

Tidak berani melakukan tindakan, Apri melaporkan penemuannya tersebut ke warga lain, hingga melaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Patia. Sejak itu warga digegerkan dengan penemuan tersebut, kabar dari mulut ke mulut membuat warga berdatangan ke lokasi penemuan.

“Keluarga kami ini (mayat perempuan, red) bernama Sela, usianya 14 tahun. Kami melakukan pencarian beberapa hari lalu sejak Sela tidak pulang-pulang ke rumah. Keluarga yang khawatir melakukan pencarian setelah memperoleh SMS yang tidak jelas siapa pengirimnya,” kata Apri di lokasi penemuan mayat tersrebut.

Apri menambahkan, Sela pergi keluar rumah dengan temannya menggunakan sepeda motor Rabu (13/7, red) pagi, namun di sore harinya keluara menerima SMS yang menyuruh keluarga untuk mengambil motor Sela di dekan Jembatan Gantung yang ada di kali,” ujarnya.

Tidak menunggu lama setelah Apri mendapat informasi tersebut, dia langsung datang ke lokasi yang disebutkan di SMS. Ternyata benar sepeda motor yang dikendarai Sela saat keluar rumah ada di lokasi itu, namun tidak ada orang saat pengambilan sepeda motor termasuk Sela.

“Setiap hari keluarga mencari Sela, menanyakan ke teman-temannya tidak ada yang tahu. Bahkan teman yang berangkat dengan Sela pada saat pergi dari rumah mengatakan tidak bermain lama saat peri bersama Sela,” kata Apri.

Sementara, Kapolsek Patia AKP Dwi Hari mengatakan, pihaknya mendapat laporan Sabtu (16/7) pagi dari warga bahwa ada penemuan mayat. Tindakan pertama yang dilakukan polisi yaitu memasang garis polisi di lokasi kejadian, karena kata dia, warga yang penasaran berbondong-bondong melihat ke lokasi.

“Polisi dari Polsek Angsana juga kemarin (16/7) bergabung dengan kami untuk melakukan tindakan awal, namun kami belum bisa memastikan motif pembunuhan atau peristiwa pasti yang menimpa korban,” kata AKP Dwi Hari, Minggu (17/7).
Kata Dwi, langkah kepolisian untuk mengungkap kejadian itu sedang menunggu hasil pasca evakuasi yang dilakukan oleh tim DVI Polres Pandeglang, karena kejadian itu ditangani Polres Pandeglang.

“Sejak ditangani polisi, saat itu juga mayat dibawa ke Serang untuk dilakukan Otopsi,” ujarnya.
Dwi menegaskan, mayat tersebut diketahui, adalah seorang perempuan bernama Sela warga Kampung Taraju Desa Angsana Kecamatan Angsana, tindakan saat ini Polres Pandelang sedang menghimpun informasi dari keluarga dan orang terdekat korban.

“Kemarin mayat langsung dievakuasi oleh tim Inavis dan DVI dari Polres Pandeglang yang dipimipin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Panelang, AKP Salahudin, dan mayat dibawa ke Rumah Sakit Serang,” pungkasnya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment