a
Widget Image
Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Prof Nurmayulis / DIKA

Perluasan Lahan Pertanian Perlu Diiringi Dengan Peningkatan Jumlah Penyuluh

SERANG, BANPOS – Upaya Pemerintah Pusat untuk memperluas jumlah lahan pertanian di Banten, guna meningkatkan ketersedian pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan petani, hal ini dinilai perlu diiringi dengan penambahan tenaga penyuluh guna memaksimalkan produksi pertanian.

Kedatangan Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Solaeman ke Pendopo Gubernur Banten pada Selasa (19/7/2016), Andi Amran menyampaikan akan menperluas lahan pertanian di banten dalam jangka waktu tiga bulan guna meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Prof Nurmayulis mengungkapkan sebagai pihak akademisi dirinya menyambut baik hal tersebut.

Namun menurutnya, selain perluasan diperlukan peningkatan jumlah penyuluh di Banten, lantaran hingga saat ini tenaga penyuluh di Banten masih sangat sedikit sehingga tidak semua petani dapat tersentuh penyuluh secara maksimal.

“Peran penyuluh ini sangat penting, dimana mereka dapat mensosialisasikan budidaya pertanin dengan benar, sehingga produksi pertanian lebih optimal,” Ujar Nurmayulis.

Dirinya menjelaskan, saat ini pemerintah telah menjalankan program upaya khusus (UPSUS) untuk mengoptimalkan pertanian di Banten, kendati dengan jumlah yang tidak banyak namun peran penyuluh dalam upsus sangat membantu meningkatkan produksi petani.

“Sudah berjalan sejak 2015 lalu, tahun ini produksi meningkat,” Lanjutnya.

Pemprov Banten sendiri mengaku sanggup menambah lahan pertanian seluas 61.038 Hektar di enam kabupaten dan kota.

Enam kabupaten dan kota tersebut antara lain Kabupaten Serang dengan luas tambah tanam padi 16.733 Ha, Kabupaten Pandeglang 22.319 Ha, Kabupaten Lebak 8.151 Ha, Kabupaten Tangerang 9.822 Ha, Kota Cilegon 55 Ha, dan Kota Serang 3.898 Ha.

Sedangkan saat ini, baku luas lahan sawah yang tercatat di Badan Pusat Statistik (BPS) Banten tahun 2015 seluas 201.566 Ha, terdiri dari lahan sawah irigasi seluas 104.030 Ha (51,61 persen), luas lahan sawah non irigasi seluas 97.537 Ha (48,39 persen) selanjutnya lahan ladang (Huma) seluas 76.660 Ha.

“Kondisi sektor pertanian di Banten masih diperlukan berbagai sentuhan perbaikan, baik aspek teknologi maupun dari aspek peningkatan pengembangan usaha petani dan kelembagaannya,” kata Gubernur Banten, Rano Karno

Rano menyebutkan bahwa untuk tahun 2016 ini, telah ditetapkan sasaran produksi padi Banten sebesar 2,3 juta ton gabah kering giling, jagung 38,489 ton pipilan kering, dan kedelai 12,830 ton. Sedangkan capaian produksi berdasarkan angka Ramalan I BPS Banten bahwa komoditas padi sebesar 2,2 juta ton, jagung 12,995 ton, dan kedelai 7,841 ton.

“Artinya dengan perkiraan jumlah penduduk Banten yang mencapai 11 juta jiwa dan konsumsi beras per kapita per tahun sebesar 104,17 kg, dapat diperoleh surplus beras tahun ini sebesar 47,063 ton,” tegasnya. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment