Puluhan Ribu Warga Pandeglang Pindah ke Luar Kota

PANDEGLANG, BANPOS – Puluhan ribu warga Pandeglang pindah ke kota lain dengan alasan berpariasi. Setidaknya ada 12.963 penduduk Pandeglang berstatus pindah ke kota lain sepanjang tahun 2015, sedangkan tahun ini sekitar 36 persen melakukan hal sama.

Seorang warga Pandeglang yang memilih pindah kependudukan, Ade Kosasih (45) mengaku pindah ke DKI Jakarta karena kepentingan pekerjaan. Dia sebagai buruh di salah satu perusahaan di Jakarta disyaratkan oleh perusahaan tempat dia bekrja untuk berdomisili di lokasi perusahaan.

“Tahun 2012 saya sudah bekerja di Jakarta, 2014 lalu ada kebijakan baru diperusahaan agar buruh di bidang pekerjaan yang saya lakukan harus berdomisili di Jakarta, kalau tidak berdomisili di Jakarta tidak bisa melanjutkan kerja,” kata Ade, Kamis (21/7/2016).

Bagi ade, dari pada harus berhenti kerja lebih baik mengurus pindah domisili, karena perusahaan meminta bukti penduduk dengan menunjukan KTP lalu Ade mengurus pembuatan KTP DKI Jakarta.

“Yang mendorong saya membuat KTP Jakarta yaitu alasan pekerjaan, resikonya kalau harus cari di Pandeglang sulit mencari kerja. Bukan kehendak pindah ke Jakarta, namun urusan ekonomi sangat penting. Tentu ini berkaitan dengan menafkahi keluarga,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pendataan Disdukcapil Pandeglang, Sudaryono mengatakan perpindahan penduduk dari Pandeglang ke luar kota didorong oleh berbagai faktor diantaranya lahan pertanian semakin sempit, merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya dan Terbatasnya sarana dan prasarana di desa.

“Yang paling sering menjadi alasan yaitu menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa dan memiliki impian kuat menjadi orang kaya, kalau faktor lain yang jarang ditemukan yaitu diusir dari desa asal,” kata Yono.

Kata Yono, selain penduduk Pandeglang pindah ke kota, banyak juga penduduk dari kota lain ke Pandeglang. Data di Disdukcapil Pandeglang menunjukan ada 1698 sepanjang 2015, sedangkan tahun ini sekitar 30 persen melakukan hal sama.

“Alasan pindah dari kota lain ke Pandeglang rata-rata karena ikut suami atau isri,” ujarnya.

Tepatnya kata Yono, masalah tersebut bagi kota yang mengalami pertambahan penduduk yaitu urbanisasi, sementara masalah urbanisasi menjadi masalah bagi kota yang menerima perpindahan penduduk dari luar.

“Kalau penduduk kita (Pandeglang, red) pindah ke Jakarta, maka resiko masalah urbanisasi dialami oleh Jakarta,” ujarnya.

Biasanya kata dia, dampak urbanisasi yaitu terbentuknya tempat-tempat permukiman baru dipinggiran kota, makin meningkatnya tuna karya alias orang yang menganggur, dan masalah perumahan yang sempit dan tidak memenuhi persyaratan kesehatan.

“Sementara perpindahan penduduk dari kota lain ke Pandeglang terbilang rendah, tidak memiliki resiko dari efek perpindahan penduduk ke dalam dari luar Pandeglang,” pungkasnya.(YOG)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment