Ratusan Rumah Di Perbatasan Cilegon – Kabupaten Serang Terisolasi Banjir

CILEGON, BANPOS – Ratusan rumah yang ada di perbatasan antara Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon dan Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang terendam Banjir. Diperkirakan, luapan banjir air hujan yang merendam rumah warga lantaran tembok pembatas kali anyer jebol.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Banten Pos, ratusan rumah yang terendam banjir air hujan mulai masuk kerumah warga pada pukul 00.30 WIB, Senin (25/7/2016) dini hari. Akibat insiden itu, warga tidak dapat menghindari luapan banjir yang masuk ke dalam rumah.

Warga pun tidak sempat untuk menyelamatkan perabotan rumah tangga mereka. Diketahui, dua Lingkungan yang paling parah terendam banjir adalah Lingkungan Cilodan, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon dan Lingkungan Waluran, Desa Kosambironyok, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.

“Banjir terjadi pada pukul 00.30 wib. Ini ada dua RT yang terendam banjir, RT 15 dan RT 17, kurang lebih untuk RT 17 ada kurang lebih 150 rumah yang kena dampak banjir,” Tuturnya warga setempat, Basudik yang dikonfirmasi dilokasi Lingkungan Cilodan.

Basudik menyatakan, jebolnya tembok pembatas kali anyer yang tak jauh dari pemukiman warga diperkirakan sebagai penyebab banjir yang meluap dan masuk kerumah warga. Akibat itu, banyak dari warga tidak dapat menyelamatkan perabotan rumah tangga.

“Ada kali disamping perumahan warga, temboknya jebol. Warga sudah tidak bisa menghindar, hujan masuk tiba-tiba, dan perabotan banyak yang tidak terselesaikan,” Tuturnya.

Sampai saat ini, Kata Basudik, warga belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat.

Ssmentara itu, Ketua RT 01 RW 01, Lingkungan waluran, desa kosambironyok, kecamatan anyer, Kabupaten Serang, Tara Winata juga mengatakan hal yang sama. Lebih parah lagi, kata tata, kondisi ketinggian banjir yang merendam rumah warga mencapai kurang lebih dua meter.

“Kalau terparah kisaran 1- 2 meter. Ini karena debit air meningkat tiba-tiba dan membuat tanggul kali anyer jebol. Belum lagi ditambah ada pembangunan panca puri yang bikin genangan air,” Tuturnya.

Tata menyebutkan, banjir kali ini terjadi untuk kedua kalinya setelah sebelumnya terjadi pada tahun 1982 lalu. Sekiranya, pada tahun ini, baik di RT 01 dan RT 02 menjadi keganasan luapan air hujan.
Untuk lingkungan RT 01 kurang lebih ada 49 KK. Disini ada dua RT yang terendam, termasuk RT 02 juga, ” Untainya. (NAL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment