pengedar-sabu

Sembunyikan Sabu Dibalik Atap Genting, Pengedar Diringkus Polres Serang

SERANG, BANPOS – Satuan Narkoba Reserse Narkoba Polres Serang kembali meringkus pengedar sabu. Kali ini pengedar asal Kampung/Desa Keganteran, Kecamatan Kasemen, Kota Serang bernama Deni Saputra (22) berhasil diringkus di rumahnya, Kamis (14/7) malam.

Dari rumah tersangka, petugas berhasil menemukan 5 paket sabu yang diperkirakan sebesar 3 gram yang disembunyikan di atap rumah.

Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP Bambang Supeno mengatakan tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan dari masyarakat. Berbekal dari pengaduan masyarakat tersebut tim anti narkotika Unit II yang dipimpin Iptu Ma’mur langsung bergerak melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 22.00 WIB, tim langsung menggerebeg rumah tersangka.

“Saat tempat tinggalnya digerebeg tersangka sedang berada di ruang tamu. Tersangka panik namun berusaha mengelak disebut memiliki narkoba,” ungkap Kasat didampingi Kanit II Iptu Ma’mur ditemui di kantornya, Jumat (15/7/2016).

Meski tersangka mengelak namun petugas tetap melakukan penggeledahan. Upaya penggeledahan dilakukan di seluruh ruangan, dan berhasil menemukan plastik hitam yang diselipkan di balik genting bagian dapur. Setelah bungkusan plastik tersebut dibuka ternya berisi 5 bungkus plastik bening berisikan serbuk kristal yang diduga sabu. Atas temuan itu, tersangka langsung diamankan ke Mapolres Serang.

“Dalam pemeriksaan tersangka mengakui jika 5 plastik bening berisi sabu itu miliknya,” ungkap Kasat seraya mengatakan atas barang bukti tersebut tersangka dijerat Pasal 112 Undang-Undang Narkotikan Tahun 2009 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Sementara itu, Deni Saputra mengatakan barang haram yang diamankan polisi itu diperoleh dari bandar yang diambil disekitar Pasar Baros, Kabupaten Serang, dengan sistem lempar ditempat yang sudah disepakati. Narkoba tersebut didapat seminggu sebelum lebaran sebanyak 20 paket yang diperkirakan seberat 20 gram.

“Yang 15 paket sudah terjual, uangnya langsung ditransfer dan keuntungan yang didapat dari setiap paket sebesar Rp200 ribu. Untuk bisnis ini sudah saya jalani sekitar 3 bulan,” ungkap tersangka yang mengaku pengangguran ini. (NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment