a
Widget Image
ilustrasi kemiskinan

Ssttt!! 27 Desa dan Kelurahan di Banten Masuk Zona Merah

SERANG, BANPOS – Pemerintah pusat mengidentivikasi sebanyak 27 desa dan kelurahan yang ada di Banten kondisinya sangat mengkhawatirkan, baik dari sisi kualitas kesehatan maupun pendidikan masyarakatnya. Bahkan, 27 desa dan kelurahan masuk dalam zona merah.

Berdasarkan data yang diterima BANPOS dari Bappeda Banten, 27 desa dan keluharan itu tersebar didelapan Kabupaten/Kota. Nantinya, daerah zona merah tersebut masuk dalam peta prioritas penanganan pemerintah pusat dan daerah tersebut.

Kepala Bappeda Banten, Hudaya Latuconsina mengungkapkan, bahwa 27 desa/kelurahan yang masuk zona merah itu merupakan data yang disampaikan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan atau TNP2K yang langsung dibawah dan bertanggungjawab kepada Presiden Jokowi.

“Ada 16 indikator status kesejahteraan zona merah atau kantong kemiskinan yang telah dilakukan pendataan oleh pusat,” jelasnya, Rabu (13/7/2016).

Ke 16 indikator tersebut antara lain Status Kesejahteraan, Kepala Rumah Tangga (RT) Perempuan. Klasifikasi Usia, Pendidikan, Partisipasi Sekolah, Kecacatan, Penyakit Kronis, Status Bekerja, Lapangan Pekerjaan Individu, Lapangan Pekerjaan KRT, Bangunan Tempat Tinggal, Sumber Air Minum, Sumber Penerangan Utama, Bahan Bakar Memasak, Fasilitas Tempat Buang Air Besar (BAB) dan Pembuangan Akhir Tinja (kotoran manusia, red).

“Dan faktor yang menjadi prioritas satu penanganan di 27 Desa dan Kelurahan Merah se Banten adalah di bidang pendidikan seperti jumlah anak yang tidak bersekolah, kesehatan seperti jumlah RT yang tidak ada jamban, jumlah RT yang pembuangan akhir tinja lainnya, jumlah individu yang cacat, jumlah individu yang mempunyai penyakit kronis,” urainya.

Sedangkan pada indikator lainya yakni ketenagakerjaan seperti jumlah individu yang tidak bekerja, jumlah RT yang bekerja pada rumpun hijau dan lain-lain.

Sementara itu, indikator terakhir adalah seperti jumlah RT dengan sumber air minum tidak terlindung serta jumlah RT dengan menggunakan bahan bakar kayu dan lain-lain.

“Dan berdarakan dari pemerintah pusat itu, ternyata didaerah Banten Selatan seperti Pandeglang dan Lebak jumlahnya sangat sedikit yang masuk zona merah hanya dua, masing-masing didaerah itu satu desa. Sedangkan di Kota Tangerang dan Tangsel ternyata lebih dari dua,” tukas pria yang juga menjabat Sekretaris Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Banten. (RUS/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment