Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri

Tak Penuhi Syarat, Menaker Siap Deportasi TKA

JAKARTA, BANPOS – Banyaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang eksodus ke Indonesia mulai membuat Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri gerah.

Kendati demikian, dia mengatakan, jika sejauh ini jumlah TKA di Indonesia masih terkendali, yakni sekitar 43.816 pekerja terhitung per 30 Juni 2016.

“Kemungkinan itu (serbuan TKA, Red) adalah kunjungan wisatawan mancanegara,” katanya, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya sempat berembus kabar terkait masuknya TKA yang mayoritas dari Tiongkok, ke Indonesia. Jumlahnya pun cukup mengejutkan, mencapai 10 juta pekerja. Para pekerja itu dikabarkan menyasar sektor konstruksi sebagai buruh kasar.

Hanif Dhakiri pun menepis isu tersebut, dengan mengatakan, bahwa kabar itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Tentu saja (informasi itu, Red) tidak benar, pekerja asal Tiongkok hanya 14-16 ribu dalam periode satu tahun,” ujarnya.

Menurutnya, pekerja asing yang akan bekerja di Indonesia dikendalikan melalui perizinan dan syarat masuk ketat. Izin itu mencakup izin kerja dan izin tinggal. Semua izin tersebut harus diurus sebelum yang bersangkutan bekerja di Indonesia.

“Pengurusan (izin, red) tidak boleh dilakukan individu, tapi perusahaan yang akan mempekerjakan pekerja asing,” paparnya.

Para TKA juga harus memenuhi syarat-syarat yang ditentukan pemerintah. Syarat tersebut antara lain kompetensi, pendidikan sesuai jabatan, pengalaman kerja, alih keahlian kepada tenaga kerja Indonesia dan beberapa syarat administratif lainnya.

Perusahaan pengguna TKA juga wajib membayar dana kompensasi USD 100 per TKA setiap bulan.

Pekerja asing itu pun hanya diperbolehkan menduduki jabatan tertentu yang bersifat skill. Paling rendah adalah engineer atau teknisi.

“Bila ada pekerja asing bekerja kasar (kuli) dari mana pun asalnya, sudah pasti pelanggaran. Kalau pelanggaran, ya ditindak, termasuk tindakan deportasi,” ucapnya. (TYO/C10/AGM/JPG/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment