a
Widget Image
Calon incumbent Gubernur Banten, Rano karno saat berbincang dengan ketua DPD partai Demokrat Aeng Haerudin / DZIKI BANPOS

Undang Aeng Kerumah Dinas, Signal Rano – Arief Menguat

SERANG, BANPOS – Calon incumbent Gubernur Banten, Rano Karno yang akan maju dalam Pilgub 2017 berdampingan dengan Walikota Tangerang, Arief S Wismansyah, semakin menguat. Indikasi ini dilihat dengan kedatangan Ketua DPD Demokrat Banten, Aeng Haerudin kerumah dinas Gubernur Banten pada Kamis (21/7/2016).

Aeng yang datang sendirian kerumah dinas Rano di Sumur Pecung, Kota Serang, sekitar pukul 16.50 WIB langsung disambut oleh Rano Karno. Usai bersalaman dengan Rano dan awak media, Aeng yang merupakan mantan Ketua DPRD Banten periode 2009 – 2014 ini mengaku pertemuannya untuk memenuhi undangan orang nomor satu di Banten.

Usai melakukan pertemuan tertutup dengan Rano selama kurang lebih 35 menit tersebut, akhirnya keduanya keluar dan memberikan keterangan pers dengan didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol, Deden Apriandhi Hartawan.

Aeng yang juga Ketua DPD Demokrat Banten mengaku, hingga saat ini pihaknya belum dipanggil oleh SBY selaku Ketua DPP Demokrat untuk dimintai tanggapannya, siapa kader yang layak dan diinginkan oleh masyarakat untuk maju di Pilgub, termasuk belum menentukan WH yang telah daftar penjarigan sebagai calon Gubernur Banten, dan Arief yang disebut-sebut akan menjadi calon wakil gubernur.

“Semua kader punya kesempatan yang sama baik Pak WH (Wahidin Halim) dan Pak Arief untuk maju di Pilgub,” kata Aeng saat didesak siapa kader Demokrat yang akan maju di Pilgub, apakah WH, Arief atau pihak-pihak lain yang saat ini sudah mendaftar dalam penjaringan Demokrat seperti Andika Hazrumi.

Namun yang pasti kata Aeng, kedatangannya hanya silaturahmi kepada Rano meskipun sebelumnya dihari yang sama Rano juga mengundang Arief R Wismansyah.

“Saya belum komunikasi dengan Pak Arief, tapi katanya Pak Arief tidak bisa datang karena ada undangan peneimaan penghargaan Adipura di Jambi,” jelasnya.

Disinggung adanya dua kader yang akan maju dalam Pilgub yakni WH dan Arief, pihaknya mengaku aturan dan mekanisme partai yang akan dikedepankan. Apalagi dirinya selaku ketua partai mendapatkan tugas untuk mengkomunikasikan dalam pIlgub Banten.

“Sangsinya seperti apa, kalau ada dua kader maju, padahal hanya satu yang diberikan rekomendasi oleh DPP. Saya sendiri belum komunikasi dengan Pak Arief, jadi saya belum bisa jawab, dan itu nantinya akan menentukan (sangsi) adalah DPP,” jelas Aeng seraya mengatakan dirinya bangga memiliki dua kader yang diminati dan maju dalam Pilgub.

Sementara itu Rano Karno mengaku, dirinya mengundang Aeng karena yang bersangkutan adalah tokoh yang sangat diperlukan dalam memberikan masukan untuk pembangunan di Banten.

“Pemerintah pusat berencana akan membangun Universitas Islam Nasional, dan kenapa tidak kalau itu kita sesuaikan dengan kita punya rencana pembangunan Islamic Center. Dan kalau pertemuan saya dengan Kang Aeng membahas kearah itu (pilgub) wajar-wajar saja ada kemungkinan,” ungkapnya.

Aeng lanjut Rano kedatangannya selain tokoh masyarakat Banten juga adalah sebagai ketua partai merupakan langkah strategis untuk Pemenangan Pilgub kedepan.

“Komunikasi politik ini sangat diperlukan, tapi memang nantinya DPP yang memutuskan,” jelasnya.

Ditanya mengenai Arief yang secara terang-terangan diminta untuk mendampinginya sebagai wakil, Rano hanya tertawa. Namun ia mengaku telah melakukan komunikasi intens dengan Arief termasuk dengan ibu kandung sang Walikota Tangerang tersebut.

“Komunikasi sering, dan terakhir tadi pagi, Pak Aruef tidak bisa datang karena sedang ada di Jambi menerima Penghargaan Adipura. Dengan ibunya saya hanya ngobrol biasa saja,” jelasnya.(RUS/RUL)

Share With:
Tags
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment