a
Widget Image
Band Momonon / IST

Band Momonon Launching Kopi Khas dari Lebak

LEBAK, BANPOS – Band Reggae asal Kabupaten Lebak, Momonon membuat gebrakan baru. Kali ini bukan launching lagu baru maupun album baru, melainkan memperkenalkan produk kopi yang diberi label sama dengan nama bandnya, yaitu “Kopi Momonon”.

Produk Kopi khas dari Lebak tersebut langsung diperkenalkan pertama kali oleh Band Momonon sendiri di Balong, Kecamatan Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, Banten, Sabtu kemarin (30/7/2016).

Ribuan fans Momonon yang tersebar di wilayah Banten maupun luar Banten akhirnya dapat merasakan kopi khas Lebak yang sebelumnya telah di gembor-gemborkan akan segera di Produksi.

Vokalis Band Momonon, Godzil mengungkapkan pembuatan kopi berlabel nama bandya tersebut bermula dari ketertarikannya mengkonsumsi kopi, hingga membuat band bergenre regae tersebut membuat lirik lagu yang bertemakan kopi dan akhirnya membuat nama band tersebut tersohor dikalangan penikmat musik regae bukan hanya di Banten tapi juga nusantara.

“Bermula dari situ, akhirnya kita sepakat memproduksi kopi ini, dari logonya saja sudah banten banget,” Ujar Godzil.

Dengan di produksinya kopi yang menggunakan brand dengan logo banten tersebut, lanjut godzil diharapkan dapat mengenalkan kepada masyarakat indonesia bahwa kaula muda asal Banten dapat membuat produk kopi yang tidak kalah nikmat dengan kopi jenis lain di Indonesia.

“Rencananya kopi ini kita pasarkan juga ke luar banten terutama jawa yang memang sudah ada tim promosi kita disana, satu pack kita jual 10 ribu dan bisa diseduh sebanyak 10 gelas,” Lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Hayat Sahida yang datang mewakili Bupati Kabupaten Lebak Iti Octavia Jayabaya memberikan apresiasi penuh terhadap Band Momonon, bukan hanya karena band tersebut telah membawa nama Lebak ke dunia musik nusantara namun juga turut mengangkat produk olahan lokal berupa kopi, yang selama ini menjadi salah satu minuman paling di gemari masyarakat.

“Saya berharap dari balong (rangkas) ini tumbuh kreatifitas seperti produk olahan dari kaula muda, ini yang diharapkan pemda,” Pungkas Hayat Sahida. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment