a
Widget Image
Salah satu aksi masa mahasiswa ke PLN Malingping beberapa waktu lalu yang menuntut stabilisasi jaringan listrik yang normal, karena selama belasan tahun kawasan Lebak selatan selalu mengalami bray pet padam listrik tiap hari berkali-kali *** WIDODO CH/BANTEN POS ****

Belum Ada Solusi, Infrastruktrur Kelistrikan di Lebak Selatan Tetap Terpuruk

MALINGPING, BANPOS – Seperti sudah menjadi tradisi, Wilayah Lebak Selatan hampir setiap hari mengalami bray pet. Kondisi ini terjadi akibat minimnya infrastuktur kelistrikan yang ada di wilayah tersebut.

“Tradisi bray pet di kawaasan Lebak selatan sudah bukan rahasia umum, dalam sehari minimal 4 sampai lima kali bray pet pasti terjadi. Karena itu, GI di wilayah Lebak selatan harus segera difungsikan agar pelayanan masyarakat terhadap listrik normal bisa terpenuhi. Sekarang ini suplai listrik selatan hanya dipasok dari GI Saketi yang jaraknya cukup jauh, sehingga jika ada gangguan di setiap gardu hantar jarang terdeteksi cepat. Dan keadaan yang sudah puluhan tahun terjadi ini, sepertinya tidak pernah ada solusi penyelesaiannya, apalagi sekarang pengguna listrik dari PLN Malingping ini mulai dibarengi pihak industri, jelas beban PLN semakin lemah,” ujar Nandang Hermansyah aktivis LSM Rotasi.

Menurut Nandang, hingga saat ini jaringan listrik untuk menerangi wilayah Banten selatan Provinsi Banten (mencakup 11 Kecamatan Lebak selatan dan 5 Kecamatan di Pandeglang selatan). Jumlah yang mencakup 17 Kecamatan itu disuplai dari Gardu Induk (GI) listrik Saketi, yang jaraknya cukup jauh (59 kilometer-red).

Data yang dihimpun BANPOS, dari PLN APJ Malingping, bahwa sejak Tahun 2012, bahwa PLN pusat melakukan pembangunan GI di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, dengan anggaran mencapai ratusan milyar rupiah.

Disebutkan, hingga saat ini GI yang sudah dilengkapi fasilitas perkantoran dan perangkat instalasi gardu listrik itu tampaknya belum juga bisa dioperasikan. Alasannya, karena belum ada penunjang jaringan listrik Saluran Udara Teganggan Ekstra Tinggi (SUTET). Namun, ironisnya tidak ada yang tahu kapan GI listrik Cijaku itu bisa dioperasikan, baik itu PLN maupun stakeholder di Kabupaten Lebak.

“Ya kami juga masih mengharapkan stabilitas listrik di sini yang normal, namun karena kondisi jarak dari gardu sekarang yang jauh, selalu banyak gangguan. Mudah-mudahan GI yang sudah selesai di bangun itu bisa cepat difungsikan,” kata Agung Umar Prabowo, Menejer PLN Malingping kepada BANPOS belum lama ini. (WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment