Sutadi, Tersangka kasus Korupsi Jembatan Kedaung

Besok Sutadi Keluar Penjara, Nikahkan Anaknya

SERANG, BANPOS – Terpidana kasus dugaan korupsi jembatan kedaung yang juga mantan Kepala DBMTR Provinsi Banten Sutadi, dipastikan akan keluar penjara, Sabtu hingga Minggu (20-21/8) (Hari Ini, red) untuk menikahkan Putranya di Kota Bandung.

Keluarnya Sutadi dari penjara ini diberikan setelah mendapatkan izin dari Pengadilan Tipikor PN Serang tempat diadilinya Sutadi bersama Direktur PT Alam Baru Jaya (ABJ) M Kholis terpidana lainyya dalam kasus yang sama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BANPOS, izin yang dikantongi oleh Sutadi ialah penetapan Pengadilan dengan nomor 25/PN.Pud.Sus-TPK/2016/Pn.Srg. Surat penetapan yang ditanda tangani oleh Ketua Majelis Hakim Epiyanto dan Ketua PN Serang Dedeh Suryanti.

Rencananya, Sutadi akan diberangkatkan ke Bandung untuk menikahkan putranya yang bernama Farid Hidayatulloh pada Sabtu (20/8) dengan pengawalan ketat dari tim Pidsus Kejari Serang dan Polres Serang. “Iyah benar, surat penetapannya izin dari Pengadilan sudah kita terima. Karena sudah ada suratnya, kita akan turut mengawal terdakwa ke Bandung bersama sejumlah anggota Polisi,” kata Kasie Pidsus Kejari Serang Olaf Mangontang, kepada BANPOS, Jumat (19/8).

Sementara itu, Syarullah Penasehat Hukum Sutadi hingga berita ini ditulis belum dapat dikonfirmasi saat wartawan BANPOS mencoba menghubungi ke sejumlah nomor telepon genggamnya belum juga diangkat.
Diketahui, Sutadi beberapa waktu lalu Sutadi dan M. Kholis telah menjalani sidang perdana.

Keduanya juga sebelumnya telah ditahan oleh Kejari Serang pada Kamis 9 Juni 2016 lalu dalam proses tahap II pelimpahan berkas korupsi jembatan kedaung senilai Rp23,42 miliar.

Diberitakan juga sebelumnya, dalam proyek Jembatan Kedaung diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Berdasarkan hasil audit dari laporan hasil pemeriksa (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Banten terhadap APBD Provinsi Banten 2013, ada ketidaksesuaian pembayaran baja pelengkung dalam pembangunan proyek Jembatan Kedaung senilai Rp12.084.076.783.

Setelah diusut, penyidik tidak menemukan baja pelengkung itu terpasang pada konstruksi Jembatan Kedaung di Kota Tangerang. Padahal, DBMTR Provinsi Banten telah membayar pekerjaan PT ABJ sebesar 100 persen. Kedua tersangka dikenakan Pasal 2 dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor. (NED)

Share With:
Tags
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment