a
Widget Image
amaah haji asal Indonesia ditampung di sebuah gereja di Filipina / IST

Calon Jamaah Haji Asal Indonesia Tertahan dan Dikurung Dalam Gereja

BANPOS – Nasib calon jamaah haji asal Indonesia yang tertahan di Filipina masih terlunta-lunta hingga Senin (22/8/2016). Mereka dipastikan gagal ke Tanah Suci setelah pihak imigrasi Filipina memastikan paspor yang mereka gunakan terbukti palsu.

Namun, paling disesalkan keluarga haji, mereka harus menerima kurungan di sebuah gereja di Filipina. Mereka tak bisa leluasa untuk melaksanakan shalat dan ibadah lainnya sampai menunggu nasib mereka.

Seperti diketahui, pihak imigrasi Filipina menahan 177 warga Indonesia yang akan menunaikan ibadah haji sebelum naik ke pesawat pada Jumat (19/8). Mereka bergabung dengan kuota haji Filipina.

Melansir Arabnews, Ahad (21/8), mereka membayar sekitar 6.000 sampai 10.000 dollar AS untuk bisa bergabung dengan kuota haji Filipina ke Arab Saudi. Morente menuturkan, mereka diturunkan dari pesawat karena mereka tidak bisa berbahasa Filipina.

Mereka kemudian mengakui bahwa berasal dari Indonesia. Mereka tiba di Filipina secara terpisah sebagai wisatawan.

Morente menuturkan, 177 warga Indonesia tersebut kini ditahan di pusat penahanan, di kota Taguig City. Koordinasi juga telah dilakukan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia sebelum dideportasi.

Seorang jamaah haji diketahui berasal dari Kabupaten Bogor. Mereka saat ini masih ditahan pihak keamanan Filipina.

amaah haji asal Indonesia ditampung di sebuah gereja di Filipina / IST

amaah haji asal Indonesia ditampung di sebuah gereja di Filipina / IST

”Ya. Seorang calon jamaah haji berasal dari Kabupaten Bogor. Namun, saya sendiri masih mencari informasi konkret alasan penahanannya,” kata Haryanto, ketua KPU Kabupaten Bogor yang memberikan informasi ini kepada Pojoksatu.id.

Dalam foto-foto itu tampak calon jamaah haji asal Indonesia berada di sebuah tahanan di Filipina. Sementara sebagian calon jamaah haji lainnya terlihat ditampung di sebuah gereja.(PS/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment