Diduga Mesum Dengan Istri Kepsek, Oknum Brimob Dihajar Masa

PANGGARANGAN, BANPOS – Sial bener nasib yang dialami oknum anggota Brimob berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) berinisial TI yang bertugas Sat Brimob Lebak Selatan (Baksel) yang dilaporkan babak belur dihajar warga Kampung Panggarangan, Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, pada Kamis (18/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Pasalnya, sesuai Informasi dari kronologis menyebutkan, kejadian bermula saat TI berkunjung ke rumah seorang warga setempat berinisial JJ (40) yang diketahui istri dari NJ, Kepala Sekolah (Kepsek) di salah satu sekolah di Kecamatan Panggarangan. Kebetulan saat itu NJ suami dari JJ itu sedang tidak berada di rumah. Warga setempat akhirnya curiga, melihat TI yang datang tengah malam kerumah JJ.

Selanjutnya beberapa warga kemudian melakukan pengintaian di sekitar rumah JJ yang saat itu dalam keadaan gelap. Selang 20 menit, oknum Brimob itu keluar lewat pintu belakang rumah JJ.

Namun, apes saat sudah di luar rumah, TI disergap oleh warga dan langsung mengintrogasi TI. Saat dimintai keterangan, si oknum Brimob tersebut mengelak tengah berselingkuh dengan JJ. Sebaliknya, TI malah mengaku sedang patroli malam.

Tak terima dengan pengakuan TI, sejumlah warga lalu menghajar TI hingga babak belur.‎ Usai dihajar oleh warga, oknum Brimob itu kemudian digiring ke kantor Desa Panggarangan untuk diserahkan kepada Kepala Desa (Kades).

Kades Panggarangan, Buharta, membenarkan adanya oknum Brimob yang dibawa oleh warga ke kantor desa kemudian dibawa kepada dirinya. Si oknum kemudian ia antarkan ke Mako Brimob yang tak jauh dari kantor Desa Panggarangan.

“Kejadiannya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Sekarang ini, pihak Brimob ingin minta di fasilitasi untuk musyawarah dengan suami JJ. Tapi suaminya ingin dilanjut saja prosesnya,” kata Buharta saat dihubungi Wartawan.

Terpisah, Kapolsek Panggarangan, AKP Aan Suhanda kepada BANPOS membenarkan adanya kejadian tersebut. Kata dia, pihaknya tidak bisa melakukan proses hukum jika tidak ada pengaduan dari pihak korban.

“Dalam hal ini, kami (Polsek) tidak akan tebang pilih. Kejadian ini tetap akan kami proses secara hukum kalau ada si pengadu karena ini pidana umum. Untuk saat ini, sedang ada mediasi atau musyawarah antara kedua belah pihak,”, ujarnya. (WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment