a
Widget Image
Rektor Untirta Prof Soleh Hidayat dalam salah satu saresehan di Malingping menganggap Fullday School Sah-sah saja diterapkan dalam kondisi tertentu, belum lama ini, *** WIDODO CH/BANTEN POS ***

Full Day School Sah-sah Saja Diterapkan di Beberapa Daerah

MALINGPING, BANPOS – Menanggapi Fullday School atau sekolah sehari penuh yang diwacanakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Medikbud) RI Prof Muhadjir Effendi, yang akan diterapkan diseluruh sekolah, Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) Prof Soleh Hidayat mengatakan, gagasan tersebut sah-sah saja diterapkan, tetapi tidak untuk di semua daerah dan itu bisa meringankan orangtua sibuk dalam mengawasi anaknya karena terbantu oleh sekolah yang waktunya panjang.

“Sah-sah saja, tapi ‎jika itu (full day school-red) berlaku untuk seluruh daerah rasanya itu tidak tepat, namun ada sisi lain yang bisa meringankan beban orangtua dalam mengawasi anaknya terbantu oleh sekolah, dan nanti pihak sekolah harus lebih profesional, karena hal itu mirip pola pada sistem pesantren ” katanya kepada BANPOS usai saresehan pada kegiatan kuliah kerja mahasiswa (KKM) Untirta 2016 di Malingping baru-baru ini.

Sebab, kata Soleh, jika fullday school diterapkan di seluruh daerah, maka akan banyak madrasah yang mengalami gulung tikar. “Madrasah Diniyah yang masuk sore hari tentunya yang akan bubar barisan,”, katanya.

Dalam pandangan Soleh, fullday school akan tepat diterapkan di daerah-daerah yang mayoritas orang tuanya disibukan dengan pekerjaan. Sehingga, sekolah akan menjadi orang tua pengganti bagi anak.‎

“Kalau Untuk daerah tertentu sah-sah saja, terutama bagi daerah-daerah yang orang tuanya sibuk. Sehingga sekolah bisa menjadi pengganti orang tua bagi anak yang orang tuanya sibuk,” katanya.

Karena itu, dalam penerapan sistem tersebut, kata Soleh, tentu ada manfaat dan madharatnya. Madharatnya, jika sistem itu jadi dijalankan para siswa akan terampas hak bermainnya.

“yang tadinya usai sekolah di siang hari dihabiskan dengan bermain dan refresing, kalau ada program itu otomatis jadi hilang hak mereka, sedangkan manfaatnya itu, peran orangtua banyak terbantu oleh pihak sekolah karena belajar yang panjang, dalam hal ini sekolah bisa punya waktu panjang jadi penggant orangtua siswa,” ujarnya.

Seperti diketahui, baru-baru ini Mendikbud Muhadjir Effendi mewacanakan penertapan full day school di seluruh sekolah. Namun meskipun baru wacana, pro kontra dari berbagai kalangan bermunculan, hingga akhirnya Mendikbuk membatalkan wacana sekolah sehari penuh tersebut. (WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment