Ilustrasi

Gempa 5,3 SR Guncang Selat Sunda

CILEGON, BANPOS – Gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter mengguncang Selat Sunda, Provinsi Banten. Gempa tektonik dari dasar laut di Selat Sunda itu terekam dua kali terjadi oleh Posko Pemantau Gunung Anak Krakatau yang ada di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang.

Pengamat Posko Pemantau Anak Gunung Krakatau, Deni Mardiono yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian Gempa yang terjadi di Selat Sunda, Banten. Dari alat perekam Gempa Seismogram yang dimiliki, sekiranya mendeteksi dua kali kejadian gempa yang tercatat oleh pihaknya.

“Seismogram yang ada di Posko Pemantau Gunung Anak Krakatau, tidak hanya mencatat gempa GAK saja tetapi gempa tektonik seperti tadi juga terekam. Ada dua kali gempa yang tercatat, pada pukul 14.17 wib dan 15.30 wib juga terekam dengan kekuatan gempa 5,3 Skala Richter,” Tuturnya.

Deni menyebutkan gempa tektonik yang terjadi itu bukan dipicu atas adanya aktivitas Gunung Anak Krakatau. Selain bukan menjadi pemicu, Deni menyebutkan kejadian itupun tidak sama sekali mempengaruhi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Karena jaraknya jauh, jadi tidak berpengaruh dengan Gunung Anak Krakatau. Yang jelas, itu bukan dari Gunung Anak Krakatau, tetapi gempa tektonik didasar laut Selat Sunda tepatnya di Lampung. Memang itu tadi gempa tektonik, untuk kegiatan Gunung Anak Kratatau Tidak terpicu. Gempa itu kami pastikan tidak bersumber dari Gunung Anak Krakatau,” Tuturnya.

Hingga saat ini, Lanjut Deni, Status Gunung Anak Kratatau dikategorikan dalam level dua atau berstatus waspada. Dengan status itu, Pihaknya meminta agar semua pihak baik masyarakat, nelayan, wisatawan dan lainnya dapat menjauhi Gunung Anak Krakatau dari radius yang telah ditentukan.

“Untuk status Gunung Anak Krakatau Sendiri pada status level atau Waspada. Jadi himbauan dari Vulkanologi, kepada masyarakat, nelayan atau wisata, dilarang untuk mendekati GAK dalam radius 1 kilometer,” Terangnya.

Kondisi GAK, Kata Deni, saat ini juga tidak menunjukan aktivitas yang mengganggu. Karena aktivitas GAK masih tergolong dalam kondisi normal.

“Status waspada sudah terjadi pada bulan 26 januari 2016. Untuk saat ini kondisi masih normal-normal saja. GAK saat ini tidak ada material-material yang keluar dari kawah GAK. Tetapi kalau dalam kondisi cerah, hanya terlihat asap tipis saja,” Terangnya. (NAL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment