a
Widget Image
Bendera Partai Gerindra / IST

Gerindra, Loyo di Pertengahan Jalan

Laporan TIM Redaksi bantenpos.co

Partai Gerindra sebagai pemilik kursi ketiga terbanyak di DPRD Banten awalnya terlihat bergairah mengusung calon gubernur. Partai ini hanya butuh 7 kursi tambahan agar bisa mengusung calon. Namun gairah itu sepertinya loyo di pertengahan jalan.

Ketua Gerindra Banten Budi Heryadi yang menyatakan maju jadi calon gubernur tidak mendapat respon baik dari masyarakat. Meski sudah diperkuat dukungan Gerindra kabupaten dan kota, serta memasang baliho di sejumlah titik namanya nyaris tak terlihat dalam survei.

Gerindra pun tidak berusaha mencari alternatif kader lain untuk ditawarkan ke publik. Misalnya “menurunkan” tokoh pengurus pusat untuk bertarung seperti di Pilgub DKI. Mungkin bagi Gerindra DKI jauh lebih penting dikuasai ketimbang Banten.

Melihat kondisi ini, target membidik Banten 1 dari kader partai sepertinya sudah tertutup. Gerindra mulai memasang strategi lain. Membidik kursi Banten 2. Pilihannya ada dua. Menawarkan kader partai ke calon gubernur terkuat atau menarik tokoh non partai.

Budi sendiri terus melakukan komunikasi politik dengan partai lain dan para calon gubernur terkuat. Sepuluh kursi DPRD, soliditas dukungan Gerindra kabupaten dan kota menjadi modal utama penjajakan koalisi Gerindra.

Namun di saat bersamaan, diam-diam pengurus pusat melobi Ahmad Taufik Nuriman (ATN) agar mau menjadi Ketua DPD Gerindra Banten. Hitungannya, jika ATN menjadi cawagub otomatis menjadi bagian dari kader Gerindra.

Lobi terhadap ATN kabarnya dilakukan langsung oleh Hasyim Djoyohadikusumo di Jakarta. ATN dilirik mungkin selain punya pengalaman dua periode jadi Bupati Serang, juga berlatar belakang Kopassus.

Namun skenario terakhir menarik ATN ke dalam Gerindra mendapat perlawanan dari Budi dan para pendukungnya. Akhirnya, wacana itu tak terdengar lagi. Posisi Budi hingga saat ini masih aman di kursi ketua Gerindra Banten.

Budi pun makin leluasa bermanuver menggalang koalisi dengan partai lain. Gerindra sepertinya sama dengan skenario Golkar, menawarkan kader di posisi wakil untuk dipinang kandidat terkuat. Bisa dengan RK atau WH.

Kini Gerindra sudah masuk dalam koalisi 6 partai bersama Golkar, Demokrat dan PKS. Peluang Banten 2 bagi Gerindra di koalisi ini cukup sulit. Golkar yang mematok Banten 2 punya kursi lebih banyak. Andika yang diusung sebagai calon juga sedikit lebih populer ketimbang Budi. Golkar menang 2 point.

Mungkinkah Gerindra akan pindah ke lain hati. Berkoalisi dengan PDIP? Bisa saja terjadi. Tapi mungkin PDIP memberi syarat. Gerindra menyodorkan wakil yang lebih populer dan membawa kemenangan. Atau syarat lainnya, tidak menyodorkan kader internal atau mendukung Rano yang tulus tanpa embel-embel.

Lalu adakah skenario lain dari Gerindra? Waktu pendaftaran calon tinggal 1,5 bulan. Berpikir cepat dan keluar dari kebiasaan bisa menjadi solusinya. Tinggal berani apa tidak mencobanya.(***)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment