a
Widget Image
Verra Budhi Indarto sebagai saksi di persidangan wawan / TUSNEDI

Hakim dan Jaksa Sangsikan Kesaksian Rekan Wawan

SERANG, BANPOS – Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan berusaha membuktikan uang dari Komisaris PT Trias Jaya Perkasa (TJP) Supriatna Tamara alias Athiam bukan fee proyek pembangunan RSUD Tangsel dan empat puskesmas tahun 2011 dan 2012 di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang, Rabu (3/8).

Uang asal Athiam itu diklaim sebagai pembayaran hutang investasi usaha. Wawan menghadirkan Verra Budhi Indarto sebagai saksi ade charger atau meringankan. Budhi merupakan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Jaya Beton Pragama (JBP). Perusahaan itu didirikan atas modal bersama antara terdakwa, Athiam dan Budhi.

“(Pemegang saham-red) Saya, Tubagus Chaeri Wardhana dan Athiam,” kata Budhi dihadapan majelis hakim yang diketuai Efiyanto.

Kata Budhi, PT JBP didirikan awal 2012. Perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan konstruksi beton itu mencapai Rp13 miliar lebih. Terdakwa selaku pemegang saham terbesar dengan modal Rp8 miliar. Lalu, Athiam sebesar Rp4,3 miliar, sedangkan Budhi menyumbangkan modal Rp2 miliar lebih.

“Setor saham ada dua macam. Yakni, setoran cash atau tunai dan belanja saham,” kata Budhi dalam sidang yang dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) yang diketuai NI Kencanawati.

Meski demikian, pada tahun 2013 perusahaan batching plant yang telah berdiri di empat lokasi tersebut tidak berjalan. Karena berbagai hal, akhirnya saham perusahaan tersebut dibeli oleh wawan.

“Saya sendiri tidak tau sama sekali (soal fee, red) karena yang kita jalankan viur binis swasta,” terang Budhi.

Saat dicecar soal pendirian akta notaries dan surat-surat penjualan saham, Budhi mengaku jika seluruh surat-surat tersebut lengkap. Meski demikian, dalam sidang kali ini ia tidak membawa berkas-berkas tersebut. “Ada, tapi saya kebetulan tidak membawanya,” kata Budhi.

Atas hal ini, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Epiyanto yang juga disepakati oleh JPU serta Penasehat Hukum terdakwa, akhirnya meminta kepada Budhi untuk hadir kembali pada sidang berikutnya dengan membawa serta berkas-berkas yang diperlukan.

“Kita kasih kesempatan lah. Biar peradilan ini fair, biar nanti kita periksa ulang,” kata Epiyanto.

Pernyataan Epiyanto ini kemudian disambut oleh pernyataan JPU Kejagung yang menyetujui pemeriksaan ulang saksi dengan berikut membawa berkas-berkas pendukung.

“Betul yang mulia, karena kalau kita ajukan lagi pertanyaan juga akan sulit. Maka kita juga meminta waktu untuk dilanjutkan di minggu depan,” kata Epiyanto. (NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment