a
Widget Image
Sujasman S Nongke Alias Bugis.

Koruptor Ini Jadi Buronan Kejari Serang

KORUPTOR INI JADI BURONAN KEJARI SERANG…

SERANG, BANPOS – Seorang terpidana kasus korupsi proyek peningkatan Saluran Irigasi Induk Pamarayan Barat tahun 2013 senilai Rp23,2 miliar dinyatakan buron oleh Kejari Serang. Status daftar pencarian orang (DPO) diberikan setelah tim eksekusi Kejari Serang tidak berhasil melacak keberadaan Sujasman S Nongke alias Bugis.

“Surat DPO telah ditandatangani Pak Kajari. Suratnya sudah ditembuskan ke Kejati Banten dan Kejagung. Yang bersangkutan dinyatakan DPO karena keberadaannya tidak diketahui,” kata Kasi Pidsus Kejari Serang, Olaf Mangontan saat dihubungi BANPOS, Minggu (7/8).

Olaf menjelaskan, sebelumnya Kejari Serang telah beberapa kali melayangkan surat panggilan terhadap Bugis. Namun hingga panggilan ketiga, Bugis tak kunjung memenuhi panggilan.
Akhirnya eksekusi terhadap Bugis direncanakan pada pertengahan Juni 2016 lalu. Namun, ekskusi akhirnya tertunda lantaran Bugis mengaku sedang sakit di bagian kakinya dan berada di Makassar.
Tim eksekutor Kejari Serang sudah mendatangi kediamannya, sialnya tim eksekusi tidak menemukan Bugis di kediamannya, hingga akhirnya Kejari mengeluarkan surat DPO.

“Padahal dia tadinya sudah berjanji akan memenuhi panggilan kejaksaan setelah kondisinya dinyatakan sehat. Tapi, beberapa hari mengaku sakit, kami kesulitan berkomunikasi kembali dengannya. Kami akan terus mencari. Tapi kami juga berhadap agar dia menyerahkan diri untuk menjalani putusan MA,” jelasnya.

Berdasarkan putusan MA, Bugis dinyatakan bersalah dan divonis pidana penjara selama enam tahun. Ia sempat dinyatakan divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang, akan tetapi majelis hakim MA, MS Lumme, Krisna Harahap dan Artidjo Alkostar yang mengadili perkara Bugis mempunyai pendapat berbeda dengan majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang.

Bugis pun akhirnya divonis bersalah. Perkara kasasi Bugis dengan nomor register 2325 K/PID.SUS/2015 diputus pada tanggal 9 Mei 2016 lalu.

Putusan MA tersebut lebih tinggi dari tuntutan JPU Kejari Serang. Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Serang menuntut Bugis dengan tuntutan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan. Selain pidana penjara, JPU juga menjatuhkan denda senilai Rp50 juta dan uang pengganti atau kerugian negara Rp1,3 miliar.

Dalam tuntutan JPU, Bugis dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan memperkaya diri sendiri, orang lain artau suatu korporasi sesuai dengan dakwaan subsidair Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).(NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment