Masyarakat Cibaliung Pecahkan Rekor MURI di Hari Kemerdekaan

PANDEGLANG, BANPOS – Masyarakat Cibaliung berhasil mencetak rekor baru dengan membuat Gula Aren terbesar di Indoensia dengan bobor 135 kilogram, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71, di Alun-alun Cibaliung, Pandeglang.

Sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia merayakan hari kemerdekaan RI, kali ini Masyarakat Cibaliung menggelar acara dengan tajuk Rayakan Rame-rame Pesta Aren. Yang menarik dalam puncak acara Pesta Rakyat Cibaliung (PRC) tersebut adalah pemecahan rekor pembuatan aren terbesar dengan bobot mencapai 135 kilogram, dengan diameter 100 centimeter dan tebal 20 centimeter.

“Untuk membuat aren sebesar itu, kita berhasil mengumpulkan sebanyak 1.400 nira yang memakan waktu persiapan dan produksi selama delapan hari,” Ujar Ketua Panitia PRC, Sujana. Rabu (17/8/2016)

Dirinya menjelaskan untuk membuat aren tersebut, sekurang-kurangnya melibatkan 70 orang petani dan pengrajin aren yang berasal dari masyarakat cibaliung. Serta dari bantuan dari berbagai pihak salah satunya adalah dukungan dari Sampoerna kretek sehingga tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI)

“Sehingga dalam momen kemerdekaan ini, agar semua lapisan masyarakat dapat memiliki sesuatu yang dapat kita banggakan, untuk kita publish keluar Banten,” Lanjutnya.

Cibaliung sendiri merupakan wilayah yang sudah terkenal dengan produk pangan lokalnya yang berbahan baku aren, diantaranya adalah dodol gula merah, jokorong gula merah dan es campur gula merah. Sehingga dengan tercatatnya aren terbesar dalam rekor MURI, diharapkan dapat mengenalkan pada masyarakat di luar Banten bahwa cibaliung memiliki ciri khas yaitu gula aren.

“Kami harapkan ini dapat dijadikan wisata budaya kedepannya, serta menjadi ciri khas bahwa aren merupakan oleh-oleh khas dari Cibaliung,” Pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Bantenpos.co alun-alun Cibaliung yang menjadi lokasi Pesta Rakyat Cibaliung ramai di penuhi ribuan masyarakat, yang ikut mengikuti rangkaian acara selama tiga hari berurut-turut. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment