a
Widget Image
konsisi SDN 9 Kota Serang memprihatinkan / DIKA

Miris, Kondisi Sekolah di Pusat Ibu Kota Provinsi Banten Memprihatinkan

SERANG, BANPOS – Kenyamanan dalam mengikuti kegiatan belajar di Sekolah sepertinya hanya menjadi angan angan bagi ratusan di SDN 9 Kota Serang yang berlokasi di tengah Ibu Kota Provinsi Banten, tepatnya Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang, Selasa (30/8/2016).

Bagaiamana tidak, ratusan siswa terpaksa harus belajar di bawah bayang-bayang runtuhnya atap bangunan kelas selama mengikuti kegiatan belajar. Kepala Sekolah SDN 9 Kota, Nana Supriatna mengungkapkan bahwa kondisi sekolah sudah sangat memprihatinkan sejak empat tahun lalu, bahkan setiap tahunnya kondisinya semakin parah, sehingga pihak sekolah berinisiatif mengganjal atap menggunakan dua buah kayu.

“Sekolah tidak mampu diperbaiki, kondisinya sudah lama sebelum saya masuk ke sini juga sudah seperti ini. Tapi lama kelamaan kondisinya semakin parah,” kata Kepala Sekolah SDN 9 Kota Serang, Nana Supriatna

Pihak sekolah sebelumnya telah mengajukan perbaiakan kepada Pemerintah Kota, namun hingga saat Sekolah dengan kondisi tidak layak pakai tersebut belum juga direnovasi. Bahkan sudah satu ruang kelas dengan kondisi yang sangat memprihatikan terpaksa di tutup oleh Sekolah, karena dinilai dapat membahayakan siswa.

“Tahun 2015 ada rencana buat diperbaiki, tapi sampai sekarang kondisinya masih begini,” lanjutnya.

Akibatnya, sekolah menerapkan kebijakan untuk mengatur jam belajar siswa. Lantaran jumlah siswa tidak sebanding dengan ruang kelas yang masih bisa dipakai, maka jam masuk siswa dibagi menjadi dua yaitu pagi dan siang.

“Makanya dibagi kelasnya jadi dua, ada yang masuk siang kelas satu sama kelas dua itu masuk siang. Siang itu bukan berarti setelah jam sekolah selesai tapi jam 10 baru masuk,” pungkasnya

Tidak hanya itu, siswapun terpaksa harus belajar dengan ketidak nyamanan akibat bau tidak sedap yang berasal dari dalam kelas yang telah tidak terpakai. Hal tersebut terjadi karena ruang kelas dijadikan sarang oleh puluhan kelelawar liar, sehingga kotoran kelelawar yang menumpuk menimbulkan bau yang sangat menggangu. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment