a
Widget Image
Rano Karno saat bersama Megawati Soekarno Putri / IST

PDIP, Hati-hati atau Lambat ?

Laporan Tim Redaksi Bantenpos.co

PDIP paling awal memutuskan mengusung kadernya Rano Karno menjadi calon gubernur. Namun partai ini belum terlihat menggalang koalisi dengan Parpol lain. Hati-hati atau lambat bermanuver?

PDIP Banten tampaknya lebih sibuk mencari figur pendamping Rano. Menyeleksi sejumlah tokoh yang paling cocok untuk dipasangkan. Kabarnya, dua nama sudah diajukan PDIP Banten ke pengurus pusat.

Kini 4 partai papan atas dan tengah sudah berkoalisi mengusung pasangan WH- Andika. Jika digabungkan, jumlahnya 37 kursi. Lalu, jika Gerindra dan PAN jadi bergabung jumlahnya mencapai 50 kursi. Separuh lebih anggota legislatif sudah dikuasai koalisi ini.

Kursi yang tersisa tinggal 35 dari total 85 kursi DPRD Banten. Pilihan koalisi PDIP pun berkurang. Hanya PPP 8 kursi, PKB 7 kursi, dan Nasdem 5 kursi. Konstalasi seperti ini, akan menjadi hambatan bagi Rano di parlemen jika nanti terpilih.

Namun komunikasi dengan tiga partai ini pun belum terlihat setidaknya di level daerah. PKB dan Nasdem cukup mudah diajak koalisi dengan lobi di tingkat pusat. Sementara PPP harus ekstra keras meyakinkan mereka.

Seandainya Gerindra dan PAN memilih WH- Andhika, maka PDIP hanya didukung 4 partai dan 35 kursi DPRD. Hal ini dikhawatirkan tidak akan maksimal dalam memenangkan Rano. Kalah dalam jumlah dan kecepatan koalisi partai pendukung WH- Andika. Bisa saja, popularitas pasangan ini terus naik karena kerja partai yang massif.

Atau mungkin ini strategi PDIP yang lebih memilih wait anda see dalam menjalin koalisi. Dengan peta politik yang semakin jelas, PDIP bisa merancang strategi berikutnya yang lebih baik. Misalnya dalam menentukan pasangan Rano. Mereka harus mencari figur yang bisa mendongkrak perolehan suara.

Selain itu, PDIP juga masih berpeluang merayu Gerindra dan PAN untuk bergabung. Mumpung dua partai ini belum menentukan sikap. Hal ini penting dilakukan agar ada perimbangan kekuatan di legislatif. Namun jika lambat berkomunikasi karena terlalu percaya diri, dua partai itu bisa jadi milik WH – Andhika.

PDIP juga harus membuka komunikasi dengan elemen lain seperti Dewan Riset Daerah (DRD) yang selama ini menjadi think thank Rano dalam mengambil keputusan. PDIP perlu masukan baru dari sudut pandang yang lain.

Hati-hati dalam menentukan langkah memang diperlukan. Namun seringkali karena terlalu hati-hati, segala keputusan jadi terlambat. Saatnya, partai berlambang banteng ini bekerja cepat dan lincah.(***)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment