a
Widget Image
Tahu Berkaporit / TUSNEDI

Polda Banten Ungkap Tahu Berkaporit

SERANG, BANPOS – Tim Sub Dit 1 Direskrimum Polda Banten bersama penyidik PPNS dan Lab BPOM berhasil mengungkap industri rumah tangga yang memproduksi tahu yang diduga menggunakan bahan campuran Peroxide atau Kaporit. Peroxide sendiri biasanya digunakan untuk membersihkan keramik.

Industri rumah tangga tersebut berada di Kampung Julang, Desa Julang Kecamatan Cikande. Pemilik bernama Wahyu langsung diamankan untuk kemudian dimintai keterangannya di Polda Banten. Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, diantaranya tahu mentah berwarna putih, tahu yang telah di goreng, serta cairan Peroxide.

“Benar, kemarin tim penyidik dari Direskrimum Polda Banten bersama tim dari BPOM Serang berhasil mengungkap kasus rumah industri tahu yang menggunakan zat-zat berbahaya,” kata Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin kepada BANPOS, Jumat (26/8).

Zaenudin menjelaskan dari hasil pengecekan oleh petugas Lab BPOM Serang, diketahui jika tahu – tahu tersebut mengandung bahan pembersih lantai yang biasa disebut Peroxide atau Kaporit. “Dari hasil penyelidikan sementara, memang tahu tersebut mengandung zat peroxide,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BANPOS, bahan peroxide sendiri memiliki dampak yang negative untuk tubuh manusia. Diantaranya dapat menimbulkan luka bakar ketika hidrogen peroxide terkena luka atau bagian kulit yang luas maka juga bisa menyebabkan luka bakar yang serius. Pada awalnya memang hanya terasa perih dan kurang nyaman.

Kemudian, zat Hidrogen peroxide yang tertelan juga bisa menyebabkan muntah dan nyeri perut yang sangat kuat. Hal ini terjadi ketika bahan peroxide bisa menyebabkan terbentuknya gelembung yang berada di dalam perut. Hasilnya maka orang yang menelan bahan ini akan muntah.

Ketika Hidrogen peroxide tertelan maka juga bisa menyebabkan nyeri dan luka lambung. Luka lambung terjadi sebab ada bagian selaput tipis pada lambung yang tidak tahan terhadap luka bakar dari hidrogen peroxide. Yang lebih membahayakan ialah dapat menyebabkan kerusakan fungsi hati dan ginjal. Karena ketika peroxide dikonsumsi terus menerus maka akan mempengaruhi kerja fungsi hati dan ginjal. (NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment