a
Widget Image
Ilustrasi

Polres Lebak Diminta Tindaklanjuti Kasus Perzinahan Oknum Kades Cimenga

MALINGPING, BANPOS – Aktivis Wanasalam mendesak Kepolisian Resosrt (Polres) Lebak agar menindaklanjuti kasus dugaan mesum perzinahan oknum Kepala Desa (Kades) Cimenga, Kecamatan Cijaku berinisial AH (38). Pasalnya, kasus tersebut terkesan dipeti-es-kan dikarenakan tidak ada kejelasan dan bahkan seakan tidak pernah terjadi.

“Polres Lebak harus turun tangan terkait kasus mesum yang diduga dilakukan oknum Kades Cimenga dengan istri orang lain di Kampung Pasir Nangka, Desa Katapangan, Kecamatan Wanasalam, supaya ada kejelasan,” ujar Musa Weliansyah Aktifis Pemuda Kecamatan Wanasalam, Senin (22/8).

Menurut Musa, polisi tidak ada alasan untuk menghentikan kasus tersebut dengan alasan apapun. Sebab, kata Dia, yang namanya menyelingkuhi istri orang lain itu sudah masuk kasus pidana.

“Adanya musyawarah mufakat antara pelapor dan terlapor itu hanya meringankan hukuman bukan berarti proses hukum harus terhenti, proses pidana harus tetap dijalankan,”, tandas Musa.

Sementara Kapolsek Wanasalam AKP Riyadi dalam konfirmasinya dengan BANPOS pihaknya mengaku kesulitan dengan laporan dari Sukria suami Jlh terkait perzinahan yang dilakukan istrinya itu. Menurut Kapolsek, laporan tersebut bisa dianggap resmi dari suami yang menjadi korban jika pelapor melampirkan surat nikah yang sah. Menurutnya, pihaknya tidak akan mempersulit laporan pengaduan jika dilakukan dengan cara prosedur bukti administrasi pelapor.

“Ya ini khan negara hukum, karena itu pernikahan mereka pun harus jelas dengan dibuktikan oleh surat nikah. Kalau tanpa surat nikah berarti mereka cacat secara hukum indonesia, dan dianggap tidak sah. Karena itu laporannya pun sementara ini kami anggap tidak kuat, karena yang bersangkutan bisa dianggap bukan suami dari pelaku, “, ujar Riyadi.

Seperti diketahui, oknum Kades Cimengan berinisial AD digiring warga ke Mapolsek Wanasalam setelah tertangkap basah tengah tidur dengan istri orang lain di Kampung Pasir Nangka, Desa Katapang, Kecamatan Wanasalam, berinisial Jlh (36), Selasa (16/8) lalu.

Saat itu, sang Kades ketika tertangkap basah warga kebetulan juga menggunakan motor pentaris desa yang baru dibeli dengan uang anggaran dana desa (ADD), mendatangi rumah Jlh yang sedang ditiggal kerja suaminya, sekitar pukul 22.00 WIB.

Warga yang melihat AH masuk ke rumah Jlh merasa curiga, hingga akhirnya berinisiatif untuk mengintai dan mengintip apa yang dilakukan pasang bukan suami istri itu. Warga sontak kaget melihat aksi yang dilakukan AD dan Jlh, akhirnya warga memaksa AD keluar dari rumah dan menggiringnya ke Mapolsek Wanasalam. (WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment