Ratusan Warga Cimenga Tuntut Pencopotan AH dari Kades

CIJAKU, BANPOS – Ratusan warga dari Desa Cimenga mendatangi kantor Kecamatan Cijaku dan menuntut AH selaku Kades Cimenga agar dicopot dari jabatanya. Tuntutan warga yang ini kesal akibat ulah kepala desa yang telah melakukan perbuatan zinah mesum dengan istri orang lain dan disergap warga beberapa hari lalu itu. Orasi tuntutan disampaikan di depan aula kantor kecamatan Cijaku, mulai Pukul 14.00 hinga 16.00 WIB pada Jumat (19/8).

Dalam tiga tuntutanya di hadapan Muspika Kecamatan Cijaku, pertama pihak kecamatan diminta segera membuat laporan kepada pemerintah kabupaten terkait aib yang menimpa kepala Desa Cimenga kepada Bupati Lebak, kedua kepala desa Cimenga segera dicopot dari jabatanya karena telah melakukan perbuatan yang melanggar susila dan ketiga agar kasusnya diproses secara hukum yang berlaku.

“Yang jelas kami meminta kepada pemerintah untuk memproses secara hukum dan memberikan sanksi pencopotan karena sudah tidak layak lagi untuk memimpin, dan meminta nama baik desa Cimenga agar dipulihkan,” kata Kyai Bustomi, tokoh warga Desa Cimenga.

Hal senada disampaikan Abdul Azis, anggota BPD Cimenga, bahwa tindakan yang dilakukan AH merupakan aib untuk Desa Cimenga sehingga ini akan jadi bahan cibiran, karena itu kami selaku warga merasa malu, dan kepada pihak kecamatan agar segera merekomendasikan kepada bupati agar jabatan AH untuk dibekukan.

“Kami berharap pihak kecamatan merekomendasikan pembekuan jabatan kades dari yang bersangkutan, karena kelakuan dia telah mencoreng nama baik desa, apa jadinya jika nanti dia tetap dipaksakan menjabat kepala desa, itu jelas tidak akan kondusif, bahkab warga tidak akan menganggapnya lagi,,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Cijaku, E, Suhaeli, yang didampingi Kapolsek Cijaku, AKP Ngadiran di hadapan ratusan warga menjelaskan terkait dengan aspirasi warga Desa Cimenga. Dan pihak Muspika Cijaku mengaku akan segera meneruskan dengan mengirimkan surat kepada pemerintah Daerah (Pemda) Lebak.

“Kami pihak kecamatan akan merespon apa yang menjadi tuntutan warga namun selebihnya mesti memperhatikan aturan yang berlaku baik itu undang-undang maupun perda yang berkaitan dengan kasus yang menimpa Kades Cimenga ini.”, jelasnya.

Terpisah, laporan dari Polsek Wanasalam, bahwa AH telah dibebaskan kembali karena tidak ada pengaduan resmi. Namun suami terduga zinah Jlh, Sukari, dikabarkan telah melayangkan laporan resmi ke reskrim Polsek Wanasalam pada Jumat pagi (19/8).

Kapolsek Wanasalam AKP Riyadi, saat dihubungi BANPOS, Jumat (19/8) pihaknya mengaku telah keberatan dengan laporan dari Sukria suami Jlh terkait perzinahan yang dilakukan istrinya itu. Kata Dia, laporan tersebut bisa dianggap resmi dari suami yang menjadi korban jika pelapor melampirkan surat nikah yang sah. Menurutnya, pihaknya tidak akan mempersulit laporan pengaduan jika dilakukan dengan cara prosedur bukti administrasi pelapor.

“Ya ini khan negara hukum, karena itu pernikahan mereka pun harus jelas dengan dibuktikan oleh surat nikah. Kalau tanpa surat nikah berarti mereka cacat secara hukum indonesia, dan dianggap tidak sah. Karena itu laporannya pun sementara ini kami anggap tidak kuat, karena yang bersangkutan bisa dianggap bukan suami dari pelaku,” ujar Riyadi. (WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment