a
Widget Image
Ilustrasi

Sekda Pandeglang Minta Oknum Pemalsu SPPT Ditindak

PANDEGLANG, BANPOS – Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Aah Wahid Maulany meminta oknum pemalsu SPPT PBB harus ditindak tegas. Sebab kasus tersebut masuk pelanggaran hukum dan mencoreng nama baik instansi di Pemkab Pandeglang.

“Kalau misalkan terbukti ada oknum Dispenda yang bermain terkait SPPT palsu, maka harus ditindak tegas,” kata Sekda Pandeglang, Aah Wahid Maulany kepada BANPOS, Senin (29/8).

Aah beralasan baru mendapatkan informasi kasusnya hari ini (kemarin) dan akan berkoordinasi dengan Dispenda Pandeglang.

“Nanti saya akan selidiki dulu, karena Dispenda juga belum ada laporan,” ucapnya.

Melalui telepon Kepala Inspektorat Pandeglang, Ramadani mengaku, sudah menerima laporan dari Dispenda Pandeglang terkait kasus dugaan pemalsuan SPPT. Namun dirinya belum bisa melakukan langkah, karena masih menunggu hasil penyelidikan Polsek Carita.

“Kasus ini sedang ditangani Polsek Carita. Kami menunggu hasilnya, apakah benar ada oknum dinas yang bermain atau bukan,” ungkapnya.

Jika terbukti SPPT palsu itu diterbitkan oleh oknum dinas terkait, maka yang bersangkutan akan dijatuhkan sanksi. Menurutnya, penerbitan SPPT tidak sembarang dan harus melalui proses terlebih dahulu.

“Kami belum mempelajari kasusnya, namun Dispenda sudah ada laporan. Kalau benar terbukti ulah oknum, maka kita melakukan tindakan indisiplinernya,” tuturnya.

Sementara Kepala Dispenda Pandeglang, Tati Suwagiharti merasa dirugikan atas kasus tersebut. Pihaknya memastikan tidak pernah mengeluarkan SPPT dengan nomor objek pajak (NOP) 36.01.121.006.024-0061.0 yang berlokasi di Blok Cileuweung, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, atas nama wajib pajak Nursiman bin Unus.

Meski dirugikan, pihaknya belum bisa mengambil langkah apapun lantaran kasusnya tengah ditangani kepolisian.

“Intinya kasus ini dalam penyelidikan Polsek Carita, maka kita tunggu hasilnya seperti apa,” terang mantan Asda III ini.

Ditanya apakah ada bawahannya yang sudah diperiksa polisi, Tati enggan menyebutkannya. Namun Tati mengaku selama ini dirinya belum pernah dimintai keterangan oleh polisi.

Tetapi jika polisi membutuhkan keterangan, ia siap memenuhi panggilan kepolisian. “Jika dipanggil (polisi, red) saya siap memberikan keterangan. Karena sebagai warga negara yang patuh terhadap hukum, kita harus siap,” imbuhnya. (SUL/ARI)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment