a
Widget Image
Ilustrasi

Setubuhi Korbannya Tiga Kali, Dukun Cabul Dibekuk Polisi

SERANG, BANPOS – Hidayatullah (45) seorang pedagang ikan di pelalangan Ikan Kepuh, Pulo Panjang, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang yang menyambi sebagai dukun ini akhirnya harus mendekam dan merasakan dinginnya penjara.

Pria dua isteri ini dibekuk setelah dilaporkan oleh H, suami dari D warga Kota Cilegon yang menjadi korban kebejatan dukun cabul ini.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh tim Subdit 4 Direskrimum Polda Banten, ada lima orang lainnya yang menjadi korban nafsu liar pelaku. Peristiwa ini bermula saat korban D, mendatangi kediaman pelaku beberapa waktu lalu.

Saat itu, korban meminta diobati kepada pelaku karena korban mengalami sakit dibagian dada. Saat itu pula pelaku meminta kepada korban untuk bersemedi disebuah gubuk yang berada sekitar 3 kilometer dari perkampungan dan dekat dengan bibir pantai Pulo Panjang.

Digubuk yang telah didesain sedemikian rupa oleh pelaku ini, korban diminta untuk mandi kembang dengan tanpa menggunakan sehelai benang. Pelaku menyatakan jika penyakit pelaku hanya bisa disembukan melalui vagina.

Dan pada malam itu, pelaku melakukan pencabulan dan persetubuhan dengan korban sebanyak 2 kali. Agar telihat seperti praktek perdukunan, pelaku menyiapkan sebuah kendi, kain putih dan sebuah badik.

Tak cukup disitu, keesokan harinya saat korban akan pulang. Pelaku memberitahukan kepada korban jika korban harus berpamitan terlebih dahulu di gubuk tempat bersemedi.

Sekali lagi, korban disetubuhi sebelum pulang ke Cilegon. Pelaku juga sempat mengancam agar korban tidak melaporkan hal ini kepada siapapun, jika tidak maka keluarga korban akan mati.

Seusai proses ritual, korban kemudian diantarkan tersangka pulang dan menemui suaminya. Namun setelah persetubuhan tersebut, penyakit yang diderita korban tidak kunjung sembuh. Korban yang mulai curiga dengan tersangka akhirnya melaporkan kepada suaminya.

Tidak terima istrinya diperkosa, suami korban lantas melaporkanya ke pihak kepolisian. Setelah kedok terbongkar, informasi pencabulan dan pemerkosaan dengan praktik perdukunan oleh tersangka menyebar ke warga sekitar.

Warga geram nyaris menghakimi tersangka. Beruntung, petugas langsung mengamankan tersangka di sebuah tempat pelelang ikan di kampungnya, Rabu 24 Agustus 2016 sebelum warga bertindak anarkis.

Kasubdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Banten AKBP Andik Puji Santoso mengatakan, setelah pelaporan korban D, terdapat lima korban lain yang mengaku sudah dicabuli dan diperkosa tersangka. Modusnya selain, mengobati korban juga belajar beladiri dan minta kecantikan.

“Dia ini (tersangka) selain dikenal sebagai dukun juga sebagai pawang ular yang mampu mengobati beragam penyakit. Sejauh ini sudah ada enam korban yang terdiri dari dua anak-anak dan empat orang dewasa tidak menutup kemungkinan korban bertambah karena proses penyidikan sedang berlangsung,” ujar Andik.

Dihadapan petugas, tersangka sudah mengakui telah melakukan pencabulan dan pemerkosaan. Namun menurut keterangan tersangka, hanya lima orang korban saja. Praktik perdukunan yang dilakukan tersangka sudah berlangsung sejak satu tahun terakhir.

“Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Untuk berobat, setiap korban tidak diminta bayaran hanya diminta membawa sesajen dan menuruti proses ritual,” kata Andik.

Dengan kejadian ini, Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan proses penyembuhan mistis. Ia mengharapkan agar masyarakat mengedepan pengobatan medis.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ikut pengobatan dengan ritual yang aneh-aneh, agar tidak terjerumus dengan kejadian seperti ini,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka D dijerat dengan pasal berlapis. Pertama Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 15 tahun. Kedua, Pasal 289 KUH Pidana tentang Pencabulan dengan ancaman 9 tahun penjara. (NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment