Terbentur Oleh Biaya, Emi Berharap Ada Bantuan Dari Pemerintah

SERANG, BANPOS – Tidak mendapat bantuan dari Pemerintah, Emi (35) warga Kampung Meruga, Desa Suka Dalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang harus rela banting tulang seorang diri, demi membiayai pengobatan Istri dan Ibunya yang sudah lama mengidap penyakit Kanker dan diabet kering hingga mengakibatkan kebutaan.

Emi yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di salah satu perumahan di Kabupaten Serang, harus bekerja siang malam dan mencari pekerjaan tambahan sebagai pesuruh, lantaran dirinya menanggung beban biaya pengobatan untuk istirnya, Runjanah (34) yang mengidap diabetes kering hingga menyebabkan kebutaan selama delapan bulan terakhir ini.

Tidak hanya Istrinya, pria yang tinggal satu atap bersama ibu dan tiga orang anak tersebut, juga harus menanggung biaya pengobatan sang ibu, Mariam (68) yang telah lama mengidap kanker rahim, liver, sakit kuning hingga tumor. Bukan tanpa usaha, dirinyapun telah sering membawa istri dan ibunya tersebut kerumah sakit untuk mendapat perawatan, namun harus kembali lagi kerumah karena terbentur biaya pengobatan yang tidak sanggup dibayar olehnya.

“Istri dan ibu sudah dibawa kerumah sakit tetapi terhambat dengan biaya mang emi sudah ikhlas bila Allah sudah merencanakan yang terbaik, jika ada mukzizat dari Allah Alhamdulillah diberi kesehatan dan menjalani hidup kembali dengan sabar dan kuat,” Ujar Emi.

Pria yang akrab di sapa akri tersebut menjelaskan bahwa dirinya telah mencoba meminta bantuan kepada pemerintah setempat baik di tingkat Desa maupun Kecamatan, namun hingga kini tidak ada bantuan apapun dari pemerintah setempat.

“Suda meminta bantuan kepada pemerintah lewat dari kecamatan dan desa tempat Mang Emi tinggal tetapi hanya dilihat kondisinya saja dan tidak ada bantuan dana,” Pungkasnya. (DIK)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment