a
Widget Image
Ilustrasi

Terkait Kasus Mesum Kades Cimenga, Aktivis Selatan Bentuk Tim Investigasi

WANASALAM, BANPOS – Sejumlah Aktivis Provinsi Banten membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus mesum Kepala Desa (Kades) Cimenga, Kecamatan Cijaku.

Tim investigasi yang di dikomandoi Musa Weliansya ini, terdiri dari Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banten Asafatul Qomar, Aktivis LAKPESDAM NU, Yudi Sugiat dan KNPI PK Cijaku dan Malingping.

Musa Weliansyah mengatakan, tim tersebut difokuskan untuk menyelidiki kasus oknum Kades Cimenga yang diduga mesum dengan istri orang lain di Desa Katapang, Kecamatan Cijaku, beberapa waktu lalu. Kata Dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan permusyawaratan Desa (BPD) Cimenga serta Camat Cijaku, untuk segera melayangkan laporan kepada Bupati. Selain itu, saat ini data dan informasi yang sudah dikantongi tim investigasi, juga akan dibawa pihaknya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Bupati Lebak.

“Tim investigsi ini sengaja kami bentuk untukmelakukan koordinasi serta dorongan secara politik dan hukum pada pihak-pihak yang berkompeten,”, katanya saat menghubungi BANPOS melalui sambungan telepon, Rabu (31/8).

Dikatakan Musa, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPD Cimenga dan tokoh masyarakat serta beberapa bukti rekaman pengakuan oknum Kades telah dikantongi pihaknya.

“Bukan hanya ada dugaan intimidasi, kami juga menemukan adanya dugaan suap sebesar Rp 25 juta dari oknum Kades kepada oknum yang mengatasnamakan masyarakat Katapang. Tujuannya agar tidak ada gejolak atau pergerakan masyarakat Desa Katapang,”, terangnya.

Hal tersebut, lanjut Musa, tengah ditelusuri kebenarannya. Sebab, bukan hanya dugaan intimidasi dan dugaan suap, pihaknya juga mengkhawatirkan adanya dugaan suap pada pelapor dan oknum di Polsek Wanasalam.

“Kami juga akan menyampaikan laporan oknum Kades tersebut kepada DPRD dan Bupati Lebak,”, tandasnya.

Seperti diketahui, oknum Kades Cimenga tertangkap basah oleh warga Desa Katapang, Kecamatan Wanasalam, diduga tengah mesum dengan istri orang lain berinisial Jlh (36). Hingga akhirnya kedua pasangan bukan suami istri itu digiring oleh warga ke Mapolsek Wanasalam. Namun pihak Polsek Wanasalam, enggan memproses kasum mesum tersebut dengan alasan pihak pelapor dalam hal ini suami Jlh tidak melaporkan terlapor kepada Kepolisian.(WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment