Warga Kandangsapi Blokade Jalan Milik Pemkab Lebak

CIJAKU, BANPOS – Puluhan warga Desa Kandang Sapi, Kecamatan Cijaku dilaporkan memblokade titik jalur Warung Hasem-Kandangsapi salah satu ruas jalan Malingping-Gunungkancana yang merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Selasa malam hingga Rabu dini hari (23-24/8).

Aksi dadakan ini dilakukan warga lantaran kesal titik ruas jalan yang melintasi wilayah desa tersebut tidak segera dibangun.

Seperti diketahui, ruas jalan yang diblokade warga tersebut merupakan salah satu titik jalan Malingping-Gunungkancana yang pembangunannya dikabarkan padat tapi hasilnya cepat rusak itu. Meski pembangunan gencar, anehnya di ruas jalan tepatnya di Desa Kandang Sapi itu selama ini sama sekali belum tersentuh pembangunan.

Akibatnya, di sepanjang ruas jalan tersebut sulit dilintasi, sebab selain berlubang dan jika kemarau menimbulkan debu cukup parah. Warga menganggap tidak dibangunnya jalan di sekitar Desa Kandang Sapi itu merupakan bentuk diskriminasi terhadap masyarakat Desa Kandang Sapi.

‎“Kami juga butuh jalan yang nyaman dan tidak mengganggu lingkungan jika dilalui kendaraan. Coba bayangkan, di setiap jalan Malingping-Gunung Kancana ini sudah mengalami banyak perbaikan, namun di sini sekitar 3 kilometer masih dibiarkan, jelas ini tidak adil bagi kami, dan kami juga masih warga Lebak yang taat bayar pajak juga kok, “, ujar salah seorang warga yang terlibat aksi tersebut.

Maman Suparman, Ketua PK KNPPI Cijaku, kepada BANPOS, mengatakan, selain proyek yang bersipat abadi di jalur jalan itu. Karena jalan Malingping hingga Gunungkancana seperti proyek langgeng, kerap diperbaiki dan kerap pula cepat rusak, ini yang sangat disayangkan,”.

Dalam hal ini, kata Dia, Pemkab Lebak juga telah dianggap melakukan pembiaran sistemik terhadap pembangunan jalan di sekitar Desa Kandangsapi Kecamatan Cijaku.

Menurut Maman, ruas Malingping, Cijaku sampai Gunungkancana itu adalah kewenangan Pemkab Lebak, tapi mengapa di sekitar Kandangsapi itu dibiarkan telantar tanpa pernah disentuh perbaikan, “Ini diskriminatif, kasihan warga di sini. Kalau dibiarkan seperti ini dampaknya kalau hujan berkubang air dan kalau kemarau debunya mengganggu lingkungan warga, jelas ini tidak adil, “, kata Maman.

Sementara itu, pantauan BANPOS, aksi ini dilakukan pada selasa malam (23/8) sekitar pukul 23.00 WIB. Warga yang turun ke jalan membawa batu dan benda lainnya hingga ruas jalan tersebut tertutup total. Kemacetan pun tak terhindarkan, sebab semua kendaraan yang datang dari arah Malingping maupun dari arah Gunung Kancana tidak bisa melintas.

“wah, hampir dua jam kami tidak bisa melintas. semua badan jalan tertutup batu dan benda-benda besar seperti kayu, “, ujar Aan, salah seorang sopir truk.‎

Aksi tersebut berlangsung hingga Rabu dini hari pukul 04.30 WIB. Dan hingga berita ini ditulis pada Rabu siangnya, keadaan jalan tersebut masih sarat dengan blokade dan hanya bisa dilewati pas satu kendaraan itupun bisa dilalui secara antre.

Sebelumnya, tadi siang warga sudah memasang beberapa spanduk keluhan yang ditujukan kepada Pemkab Lebak. Namun keluhan warga itu belum ada yang menggubris. (WDO)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment