a
Widget Image
banjir bandang garut

Banjir Bandang Garut 23 Tewas & 18 Orang dalam Pencarian

GARUT, BANPOS – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei menyatakan, bahwa jumlah korban tewas dalam musibah banjir bandang di Garut menjadi 23 orang dan 18 lainnya masih dalam pencarian.

Sementara pengungsi banjir bandang, sampai saat ini berjumlah 433 orang. Mereka ditempatkan di aula Markas Korem setempat.

Pemkab Garut juga telah menyiapkan rumah susun berkapasitas 100 orang untuk menampung pengungsi.

“Upaya tanggap darurat di bawah Pos Komando masih terus dilakukan hingga hari ini. Salah satunya pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana, seperti permakanan, hunian dan air bersih,” katanya melalui Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (22/9/2016).

BNPB juga telah mengirim bantuan logistik senilai Rp2 miliar untuk BPBD Garut dan BPBD Provinsi Jawa Barat (Jabar). Bantuan tersebut berupa makanan siap saji, selimut, tikar, tenda, pakaian sekolah, kidsware dan lainnya.

Selain itu, BNPB menyiapkan dana siap pakai untuk mendukung operasional tanggap darurat sebesar Rp400 juta.

“Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat sangat baik. Jumlah relawan yang tercatat sebanyak 360 orang dari 16 lembaga,” ujarnya.

Seperti diketahui, banjir bandang menerjang tujuh kecamatan di Garut, yaitu Kecamatan Bayongbong, Garut Kota, Banyu Resmi, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul, Karang Pawitan dan Samarang, Kabupaten Garut, pada Selasa malam pukul 22.00 WIB.

Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BNPB, BPBD Kabupaten Garut, BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI, Polri, Dinas PU, Tagana, Senkom Polri, NGO, saat ini masih melakukan pencarian korban-korban yang belum ditemukan. (RMA/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment