a
Widget Image
obat dan makanan ilegal

Banten Surga Peredaran Obat dan Makanan Ilegal

SERANG, BANPOS – Sepanjang tahun 2015, tercatat ada 10 kasus peredaran obat dan makanan ilegal yang ditemukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Serang. Dari jumlah tersebut, baru beberapa kasus yang telah diputuskan pengadilan, sedangkan sisanya masih dalam proses.

Untuk kasus yang sudah diputuskan di pengadilan, BPOM Serang melakukan pemusnahan terhadap barang bukti (barbuk) baik obat-obatan maupun makanan ilegal itu. Nilainya pun cukup fantastis, yakni sekitar Rp10,7 miliar.

Kepala BPOM Serang, Mohammad Kashuri mengungkapkan, pemusnahan obat dan makanan ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan memberikan pendidikan kepada masyarakat.

“Sepanjang tahun 2015 BPOM Serang telah menangani 10 perkara pelanggaran di bidang obat dan makanan. Dua perkara diantaranya telah mendapat putusan pengadilan berupa sanksi percobaan selama 3 bulan,” katanya, usai melakukan pemusnahan obat dan makana di eks Pendopo Gubernur, di Jalan Brigjen KH Syamun, Kota Serang.

Sementara itu, sepanjang tahun 2016, pihaknya menemukan pelanggaran yang sama. Bahkan, jika dicermati, trennya mengalami peningkatan.

“Di tahun 2016 jumlah pelanggaran yang berhasil di tangani berjumlah 10 perkara dengan 1 perkara mendapat putusan pengadilan berupa pidana penjara selama 6 bulan,” imbunya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala BPOM RI, Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, produk ilegal yang dimusnahkan berupa obat, kosmetik, dan obat tradisional yang berbahaya bagi kesehatan dan tidak memiliki izin edar.

“Jika dikonsumsi, dampak kesehatannya untuk obat palsu ini tidak ada khasiatnya, malah menjadi racun. Untuk makanan-makanan ilegal berbahaya dan tidak ada gizinya,” jelasnya.

Pihaknya mengimbau, kepada masyarakat agar memperhatikan produk yang akan dibeli dengan ‘Cek KIK’ yakni mengecek kemasan, memiliki izin edar produk yang akan dikonsumsi, dan tidak melebihi masa kadaluarsa.

“Masyarakat harus hati-hati dan teleiti sebelum mengkonsumsi obat dan makanan yang beredar dipasaran,” imbuhnya. (RUS/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment