obat ilegal

Bareskrim Polri dan BPOM Grebek Gudang Obat Ilegal di Balaraja

BALARAJA, BANPOS – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama dengan Badan POM menggeledah lima gudang produksi dan distribusi obat ilegal di Balaraja, Tangerang, Jumat (2/9/2016).

Lima gudang yang digeledah tersebut berada di Blok E-19, F-36, H-16, H-24 dan I-19 yang seluruhnya berada di Komplek Pergudangan Surya Balaraja, di Jalan Raya Serang kilometer 28 Balaraja, Banten.

Wakabareskrim Irjen Antam Novambar menerangkan, dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa alat-alat produksi obat ilegal seperti mixer, mesin pencetak tablet, mesin penyalut, mesin strippinh dan mesin filling.

Selain itu ditemukan pula bahan baku obat, produk ruahan, bahan kemasan, maupun produk jadi obat dan obat tradisional siap edar.

“Untuk total pil ada 42.480 butir, keseluruhannya diperkirakan bernilai lebih dari Rp30 miliar,” ucap Antam di Mabes Polri, Selasa (6/9/2016).

Sementara itu, Kepala Badan POM, Penny K Lukito mengatakan, operasi ini merupakan pengembangan dari adanya penyalahgunaan obat Carnophen yang merupakan obat nyeri otot. Penyalahgunaan Carnophen ini, sambung dia, hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

“Temuan di lapangan, didominasi obat-obat ini sering disalahgunakan untuk menimbulkan efek halusinas. Selain ilegal, ada juga beberapa obat yang diproduksi dengan cara tidak memenuhi unsur kesehatan. Ada juga yang bahan baku yang izin edarnya ditarik tapi masih digunakan,” terang Penny.

Ia memaparkan, beberapa jenis obat yang dipalsukan atau ilegal yakni Trihexyphenydly dan Heximer. Kedua obat itu merupakan obat anti parkinson yang bila digunakan berlebihan bisa menyebabkan ketergantungan dan mempengaruhi aktivitas mental serta perilaku yang cenderung negatif.

Ada juga obat analgesik atau anti nyeri Tramadol yang bila disalahgunakan bisa menimbulkan efek halusinasi. Termasuk pula obat Carnophen dan Somadryl yang juga obat nyeri otot yang bisa digunakan berlebihan bisa memberikan efek halusinasi.

“Selain obat, tim juga menemukan obat tradisional merk Pa’e, African Black Ant, New Anrat, Gemuk Sehat, dan Nangen Zengzhangsu. Itu semua produk tanpa izin edar dan masuk dalam daftar public warning Badan POM karena mengandung bahan kimia,” tukasnya. (ELF/JPG/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment