a
Widget Image
Tim Medis Dinkes Banten saat memberikan pengobatan pada masyarakat Baduy / RULIE SATRIA

Cegah Frambusia, Dinkes Provinsi Banten Bagikan Pengobatan Gratis Pada Masyarakat Baduy

SERANG, BANPOS – Dalam rangka memerangi penyakit frambusia (sejenis penyakit kulit yang menyerang sekujur tubuh manusia), tim medis yang terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan Kementerian Kesehatan yang berjumlah sekitar 30 orang, mengadakan program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Frambusia bagi kalangan masyarakat Baduy yang berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Senin – Selasa (26-27/2016).

Diketahui, Penyakit Frambusia adalah salah satu jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh pola hidup yang tidak bersih. Dimana, masyarakat Baduy masih membiasakan mandi tidak menggunakan sabun.

Subdit Penyakit Tropis Menular Langsung (PTML) Kementerian Kesehatan, Rita Djupuri mengatakan, masyarakat Baduy yang berada di Kabupaten Lebak menjadi satu-satunya wilayah di Pulau Jawa yang terkonfirmasi penyakit Frambusia.

“Saat ini, kita yang terdiri dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dan Kementerian Kesehatan sedang melakukan kegiatan dalam Program yang bernama Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Frambusia kepada masyarakat Baduy. Obat yang diberikan adalah Azitromisin yang bertujuan untuk pencegahan penyakit penularan Frambusia. Untuk itu, sesuai keputusan dari Kementerian Kesehatan, setiap kali satu saja masyarakat yang terkena penyakit ini maka diseluruh Desa itu akan diberikan pengobatan,” Ujar Rita Djupuri.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Lebak, Firman Rahmatullah mengatakan, kasus penyakit Frambusia ditemukan pertama kali di Baduy sejak tahun 2001 dan hingga saat ini penyakit tersebut masih menghantui masyarakat Baduy.

“Jadi, pemerintah merasa bahwa masyarakat disini perlu dibantu untuk diberikan pengobatan massal sebagai alat pencegahan menularnya penyakit Frambusia ini. Untuk itu diharapkan, ditahun depan sudah tidak ada lagi ditemukan penyakit ini di masyarakat Baduy,” ungkap Firman Rahmatullah.

Ditemui secara terpisah, Kepala Bidang P2PL Dinkes Provinsi Banten, Didin Aliyudin mengatakan, meski kegiatan program POPM Frambusia yang dilakukan Tim medis Gabungan dari Provinsi Banten, Dinkes Kabupaten Lebak dan Kementerian Kesehatan kepada masyarakat Baduy belum seluruhnya tercapai, nantinya diharapkan hingga akhir tahun 2016 kasus Frambusia di masyarakat Baduy tidak ditemukan lagi.

“Harapan kami yaitu bahwa kita bisa melaksanakan POPM Frambusia terhadap seluruh sasaran di masyarakat Baduy, walaupun dengan medan yang cukup sulit kita mau sama- sama turun, saya kira menjadi tidak ada yang sulit, sehingga saudara kita yang ada di Baduy bisa terbebas penyakit Frambusia,” Tutur Didin. (RUL)

Tim Medis Gabungan dari Dinkes Kesehatan Provinsi Banten / RULIE SATRIA

Tim Medis Gabungan dari Dinkes Kesehatan Provinsi Banten / RULIE SATRIA

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment