a
Widget Image
gedung sman 15 kota tangerang

Dindik Kota Tangerang Usulkan Renovasi SMAN 15

TANGERANG, BANPOS – Dinas Pendidikan Kota Tangerang mengusulkan anggaran perbaikan gedung SMAN 15 kepada Pemkot Tangerang dalam APBD 2017 mendatang. Rencananya, anggaran tersebut akan dikucurkan untuk renovasi enam ruang kelas di SMAN 15.

Kadindik Kota Tangerang, Abduh Surahman mengungkapkan, berdasarkan kajian pihaknya, satu gedung dengan enam ruang kelas di SMAN 15 sudah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar memgajar. Bahkan, cenderung berbahaya untuk digunakan.

Pihaknya pun sudah mengirimkan surat kepada Walikota Tangerang, Bappeda dan Dinas Bangunan terkait kajian tersebut.

“Kalau tahun depan kewenangan Pemkot, masih ada perbaikan gedung SMAN 15 menjadi prioritas yang harus diutamakan. Persoalan diperbaikinya seperti apa itu nanti Dinas Bangunan yang paham. Apakah nanti dibongkar atau direnovasi,” ungkapnya, Jumat (9/9/2016).

Ia menambahkan, renovasi hanya dilakukan jika SMA/SMK masih menjadi kewenangan Pemkot Tangerang. Seperti diketahui, terhitung tahun ini, kewenangan SMA dan SMK berada di Pemprov Banten. Namun, kebijakan yang mengatur soal kewenangan Pemprov terhadap SMA dan SMK sedang digugat di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara itu, Kabid Perencanaan Teknis Pembangunan Gedung Pemerintah Dinas Bangunan Kota Tangerang, Riznur Masrun menyatakan, jika pihaknya siap berkoordinasi dengan instansi terkait. Namun di tahun ini, Dinas Bangunan (Disbang) belum bisa melakukan perbaikan karena tidak ada anggaran.

“Anggarannya harus masuk dulu di APBD 2017. Nanti kalau sudah ada baru kita tentukan teknisnya. Apakah dibongkar atau hanya direnovasi. Saya rasa kontruksi tanah di SMAN 15 posisinya memang tidak rata. Nanti dilihat dulu dan direncanakan teknis pembangunannya,” urainya.

Perlu diketahui, gedung dua lantai di SMAN 15 Kota Tangerang kondisinya miring dan sangat memprihatinkan. Para dewan guru dan siswa di sekolah tersebut dihantui rasa cemas karena takut bangunannya roboh.

Di lantai dua terdapat tiga kelas untuk belajar, namun bangunannya miring dan tidak kuat menahan beban. Maka satu kelas dipindah ke ruang laboratorium sebagai tempat belajar.

Kepala Sekolah SMAN 15 Tangerang, Roni Yuniardi mengatakan, pihak sekolah juga merasa takut, kalau terjadi getaran sedikit saja maka banyak yang akan menjadi korban.

“Sementara satu kelas dipindahkan dulu di ruang Laboratorium, sehingga mengurangi getaran yang di atas,” tukasnya. (MG11/BNN/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment