a
Widget Image
Undang Suhendar memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan sesuai diperiksa oleh jaksa penyidik di Gedung Kejari Pandeglang, Rabu (13/9). Kepala BP3AKB Pandeglang ini dicecar 49 pertanyaan terkait kapasitasnya sebagai mantan Kepala Dindik pada 2009-2011. SAMSUL FATHONI

Diperiksa Jaksa, Mantan Kadindik Pandeglang Dicecar 49 Pertanyaan

PANDEGLANG, BANPOS – Kejari Pandeglang kembali melakukan pemeriksaan secara mataron terhadap sejumlah pejabat dan mantan pejabat terkait penyidikan dugaan korupsi dana Tunda di lingkungan Dindikbud setempat.

Jika sehari sebelumnya Korps Adhyaksa menggarap Erwan Kurtubi, mantan Bupati Pandeglang, kali ini jaksa memeriksa Kepala Dindik Pandeglang periode 2009-2011, Udang Suhendar.

Pantauan BANPOS, mantan Kepala Dindik, Undang Suhendar tiba ke Gedung Kejari Pandeglang mengendarai Toyota Kijang Innova hitam Nopol A 111 CH, Rabu (13/9) siang.

Dengan mengenakan kemeja putih, celana hitam dan menenteng tas hitam, pejabat eselon II yang kini menjabat sebagai Kepala BP3AKB Pandeglang mulai diperiksa jaksa penyidik sekitar pukul 13.00 WIB di Ruang Pidsus. Sekitar pukul 16.18 WIB, Undang Suhendar akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan.

Kepada wartawan, Undang mengaku, dicecar 49 pertanyaan oleh jaksa penyidik terkait kasus dugaan korupsi dana Tunda. Sebagai mantan Kepala Dindik, ia dimintai keterangan soal Tupoksi dan lainnya.

“Pertanyaan yang diberikan kepada saya seputar Tupoksi sebagai kepala dinas saja,”tuturnya.

Disinggung apakah dirinya terlibat dalam kasus ini, Undang menyatakan, hal itu menjadi kewenangan penyidik. Namun secara pribadi memastikan tidak terlibat dalam kasus tersebut. Menurutnya, jika jaksa penyidik kembali memanggilnya, maka dirinya siap kembali memberikan keterangan.

“Karena saya mantan kepala dinas, ya saya siap untuk memberikan keterangan lebih lanjut,” ucap Undang seraya bergegas naik ke mobilnya.

Sementara Kasi Pisdus Kejari Pandeglang, Feza Reza mengatakan, pemeriksaan mantan Kepala Dindik Pandeglang guna mengumpulkan data terkait kasus Tunda. Feza mengatakan, ada 49 pertanyaan yang disampaikan kepada mantan Kepala Dindik Pandeglang.

“Pemeriksaan ini ya tentang kasus Tunda-lah, dengan 49 pertanyaan. Khususnya pada masa kepemimpinan beliau selaku Kepala Dindik,” ungkap Reza.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut merupakan pendalaman kasus dugaan korupsi dana Tunda. Mengenai keterlibatan terperiksa, ia mengaku, belum ke arah sana dan sejauh ini masih tahap pengumpulan alat bukti.

“Masa jabatan beliau dari 2009-2011, namun pertanyaan dalam pemeriksaan yang dilakukan mengenai kasus itu dari 2011,” katanya.

Ditanya taksiran kerugian negara, Feza mengaku, belum ada karena tahapan penanganan kasusnya masih pengumpulan alat bukti. Sejak menaikan status dari penyeledikan ke penyidikan, sudah dua orang dimintai keterangan,

“Untuk kelengkapan data dari pertama ekspose hingga sekarang baru sekitar 10 persen,” pungkasnya.(SUL/ARI)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment