a
Widget Image
Ilustrasi

Gara-gara Nunggak Rp1juta, SMK Nurul Huda Tahan Ijasah Siswa

SERANG, BANPOS – Sungguh malang nasib Mumuyawati (16) siswa di SMK Nurul Huda Kecamatan Baros. Pasalnya, gara-gara nunggak biaya sekolah sebesar Rp1juta, ia tidak bisa mengambil ijazahnya karena ditahan pihak sekolah.

Impiannya untuk membantu ke dua orangtuanya dan membiayai sekolah adiknya belum tercapai, lantaran sudah satu tahun menganggur dan tidak dapat melamar kerja ke perusahaan. Padahal siswa tersebut diketahui berasal dari keluarga miskin.

Mendapatkan informasi terkait adanya penahanan ijasah siswa miskin, Sekretaris Dindikbud, Sarjudin memberikan rekomendasi terhadap kedua orang tua siswa, Rubiyah (45) dan Sayuti (60) agar pihak SMK Nurul Huda segera memberikan ijasah atau salinan foto copy ijasah untuk bekal Mumuyawati melamar pekerjaan.

Namun tanggapan pihak sekolah sangat melecehkan kedua orang tuanya, dengan arogannya oknum guru Sekolah tersebut melemparkan surat rekomendasi dari pihak Dindikbud Kabupaten Serang.

“Saya sudah berkali-kali datang ke SMK Nurul Huda supaya ijasah anak saya di berikan, namun tetap saja diminta untuk melunasi sisa bayaran sekolah sebesar Rp1juta. Padahal saya sudah berterus terang dari keluarga tidak mampu, suami saya kerjanya serabutan. Sementara saya kerja kuli nyuci, jangankan untuk bayar hutang, untuk makan sehari-hari saja susah, apalagi bayar tunggakan,” keluh Ibu Mumuyawati, Rubiyah, kepada BANPOS, Kamis (19/).

Menurutnya, segala upaya sudah dilakukan untuk mendapatkan ijasah atau foto copi ijasah anaknya yang sudah dilegalisir sekolah, termasuk minta bantuan dari Dinas pendidikan, namun tetap saja tidak mempan.

“Saya sudah mendapatkan surat dari dinas pendidikan, dalam surat tersebut pejabat dinas minta sekolah memberikan ijasah anak saya. Tetapi perlakuannya sangat kasar, sambil melempar surat dari dinas, salah satu guru mengatakan, emang sekolah disini gratis, kalau gratis saya juga mau kuliah dibiayain oleh dinas,” katanya, menirukan ucapan guru yang bernada mengejek.

Ia berharap, SMK Nurul Huda memberikan foto copy salinan ijasah, agar anaknya bisa bekerja dan meringankan beban orang tua.

“Kasian anak saya, tiap hari dia hanya bekerja bantu nyuci pakaian tetangga, padahal dia kan sudah lulus sekolah SMK,” ujarnya.

Sementara, sekretaris Dindikbud Kabupaten Serang, Sarjudin berjanji akan memfasiltasi keluhan tersebut. Ia berharap ada perbincangan antara pihak sekolah dan orangtua mengenai tunggakan biaya pendidikan.

“Ijazah adalah hak siswa, kita akan fasilitasi agar siswa mendapatkan ijasah mereka, kalau sekolah tetap tidak mau mengeluarkan ijasah, biar saya yang melunasi utangnya,” katanya. (HAS)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment