a
Widget Image
Ilustrasi / IST

Lima Pemuda Ngaku Dikeroyok Oknum Polisi

SERANG, BANPOS – Lima pemuda asal Lingkungan Karundang Kolektor, Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang mendatangi Mapolsek Cipocok Jaya, Rabu (21/9). Lima pemuda itu mengadu telah dikeroyok oleh puluhan orang yang diduga anggota Polda Banten.

Lima pemuda itu bernama Lutfi, Dadan, Asep, Tubagus Rizki Hasbi, dan Dani. Kedatangan mereka didampingi sahabat dan kerabat.

“Datang kesini, sebagai tindak lanjut kejadian (pengeroyokan, red) kemarin malam,” kata Hasbi ditemui di Mapolsek Cipocok.

Hasbi menuturkan, dugaan pengeroyokan itu berawal saat dirinya dan puluhan pemuda lain bermain futsal di Lapangan Futsal Kenewe, Kelurahan Cipocok, Selasa (20/9) malam. Secara kebetulan, lapangan bermain para pemuda itu bersebelahan lapangan dengan puluhan pemuda lain yang diduga adalah anggota Polda Banten.

“Lagi tanding futsal sama saudara sekampung. Ada oknum polisi sedang bermain juga di lapangan sebelah. Kebetulan diantara kita ribut, sebenarnya sambil bercandaan. Dari sebelah lapangan, ada yang teriak jangan ribut,” kata Hasbi.

Permintaan itu dijawab oleh salah seorang rekan Hasbi. “Udah gak usah ikut campur,” kata Hasbi menirukan salah satu rekannya. Jawaban tersebut membuat puluhan pemuda yang mengaku sebagai polisi itu emosi. Mereka langsung menyerang Hasbi dan rekan-rekannya.

“Kita semua ada 25 orang. Sedangkan, yang oknum polisi itu ada 20 orang. Datang nyerang, membabi buta, ada yang berusaha misahin, dipukul,” kata Hasbi.

Hasbi mengaku ia bersama rekan-rekannya tidak melawan lantaran para pemuda itu mengaku sebagai polisi. “Ada yang bilang, saya dari Polda. Kita Aparat,” kata Hasbi.

Akibat pengeroyokan itu kelima pemuda itu mengalami luka lecet dan lebam di beberapa bagian tubuh.

“Sebenarnya ada banyak yang dipukulin. Cuma lima orang aja yang visum (memeriksa kesehatan, red). Luka di pelipis, tangan, punggung lebam, sama nyeri ulu hati,” kata Hasbi.

Kapolsek Cipocok Jaya Komisaris Polisi (Kompol) Syahrul mengaku akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kapolres Serang terkait pengaduan tersebut.

“Tetap kita layanai mereka (laporan, red). Setelah itu, saya akan koordinasi dulu dengan Kapolres. Nanti petunjuknya seperti apa, apakah akan ditarik ke Polres atau di sini (Polsek, red),” kata Syahrul.

Syahrul mengaku akan tetap memroses laporan dugaan pengeroyokan tersebut seperti laporan lainnya.

“Proses seperti biasa, seperti masyarakat sipil lain. Kita kan tunduk dengan undang-undang yang sama,” kata Syahrul.

Namun, kelima pemuda itu urung membuat laporan ke Mapolsek Cipocok. Mereka memutuskan akan membuat laporan ke Mapolres Serang, Kamis (22/9).

“Setelah disarankan, kami akan buat laporan ke Polres Serang, besok. Sekarang mau pulang dulu, berembuk dengan para pemuda lainnya,” kata Hajiji, ayah kandung Hasbi.

Hajiji mengaku berencana melaporkan dugaan pengeroyokan itu juga ke Propam Polda Banten. “Baru laporan lisan saja kemarin (Selasa, red),” kata Hajiji.

Terpisah, Kabid Humas Polda Banten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Zaenudin membantah telah menerima laporan warga terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

“Enggak ada mas,” kata Zaenudin. (NED)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment