a
Widget Image
petugas BPOM Banten saat melakukan pengeledahan / Divisi Humas Polri

Pabrik Makanan Pendamping Asi Disegel BPOM Banten

TANGERANG, BANPOS – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banten melakukan penyegelan terhadap pabrik makanan pendamping Asi dengan merek Bebiluck yang diduga mengandung zat pangan berbahaya serta belum dapat ijin edar.

Menurut informasi yang disinyalir dari grup Facebook Divisi Humas Polri, penyegelan dilakukan pada tanggal (15/9/2016) kamis lalu, oleh BPOM serta di dampingi dari Bareskrim Polri Sub Direktorat Industri dan perdagangan, serta Kejaksaan Tinggi Banten, Senin (19/6/2016).

Kashuri, Kepala BPOM Banten menjelaskan pabrik yang berlokasi di kawasan pergudangan, Taman Tekhno, Blok L2 Kecamatan Setu, Kota Tanggerang Selatan tersebut melakukan pelanggaran, yakni tidak memiliki ijin edar dari BPOM, serta setelah dilakukan uji lab, disinyalir terdapat bakteri E-Coli dan bakteri Coliform yang tidak sesuai standar.

“Bakteri ini dapat menimbulkan diare dan gangguan pencernaan pada bayi mengingat pencernaan bayi sancta rentan terserang bakteri,” ujar Kashuri.

Ia menambahkan, produk pemasaran Bebiluck selama ini dipasarkan melalui media internet, sehingga penjualan terhadap produk tesebut mudah untuk di minati oleh masyarakat.

“Bebiluck ini dipasarkan melalui online dan sudah tersebar hampir ke seluruh Indonesia,” katanya.

BPOM Banten selama dua bulan melakukan investigas, alhasil pabrik makanan pendamping Asi dengan merek Bebiluck, dihentikan sementara peroses produksinya.

“Sementara pabrik ditutup agar tidak dapat memproduksi makanan sampai ada perkembangan lebih lanjut,” pungkasnya. (DON/RUL)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment