a
Widget Image
kampanye pdip

Pengamat Politik: PDIP Bukan Lagi Partai Wong Cilik

JAKARTA, BANPOS – Keputusan DPP PDIP mengusung Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada DKI 2017 dinilai telah melukai hati wong cilik.

Hal ini sebagaimana dikemukakan pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago yang mengatakan, bahwa keputusan DPP PDIP dalam mengusung Ahok tidak lagi mendengar suara akar rumput.

Padahal, partai adalah bagian yang sudah seharusnya tunduk berdasarkan kehendak dan aspirasi kader akar rumput.

Dengan mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sambung dia, pesan yang terkirim dan sampai ke benak publik adalah PDIP bukan lagi partai wong cilik.

“Sekarang PDIP partai yang ditaklukkan realitas pemilik modal,” ujarnya, Kamis (22/9/2019).

Di sisi lain banyak suara akar rumput tidak menginginkan Ahok. Mereka menginginkan kadernya diusung sebagai Gubernur bukan sebagai Wakil Gubernur. Kondisi ini sangat miris dan disayangkan. Pasalnya, partai pemenang yang memperoleh 28 kursi di DPRD DKI Jakarta hanya menempatkan kadernya sebagai posisi Cawagub.

“Saya kira ada kekuatan besar yg bisa mempengaruhi putusan Bu Megawati,” terangnya.

Menurut Pangi Syarwi Chaniago, saat ini di lingkaran Megawati Sorkarnoputri diduga ada kekuatan pemilik modal yang melakukan intervensi terhadap keputusan PDIP hingga memilih Ahok.

“Nampak kali ini PDIP tidak merdeka mengusung kader ideologisnya sendiri,” pungkasnya. (CR-2/JPG/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment