a
Widget Image
Puing-puing bangunan hotel di lokasi pantai Talanca, Malingping *** WIDODO CH/BANTEN POS ***

Pernah Ngepop, Pantai Emas Talanca Kini Tinggal Puing-puing

LEBAK, BANPOS – Destinasi wisata pantai di Kabupaten Lebak bagian selatan seperti tidak ada habis-habisnya. Dari ujung barat sampai ujung timur, membentang garis pantai dengan seabreg keelokan panorama alam dan pantai nan indah, namun keberadaannya itu nampak masih perawan alias belum dikembangkan.

Ada satu titik destinasi yang dulu pernah ngepop namun nasibnya kini tinggal kenangan. Yakni Pantai Talanca yang dulu disebut-sebut banyak menyuguhkan panorama refreshing inspirasi bagi para pengunjungnya, itu sesungguhnya tidak jauh dari pusat kota Malingping. Letaknya berada di Desa Cilangkahan, Kecamatan Malingping. Karena jaraknya juga hanya 1,5 kilometer dari terminal Simpang-Malingping.

Namun sayang untuk pantai ini sepertinya dunia maya sudah kehilangan jejak, jika mencoba searching di internet, kita tidak akan pernah menemukan seperti apa keindahannya. Padahal pada masa 30 tahun lalu kawasan pantai dengan sebutan ‘Pantai Emas Beach’ ini, terdapat puing-puing bekas hotel yang terbilang elit kala itu dan telah lama berdiri, sejak 1983. Hotel ini cukup unik, dengan bangunan empat lantai menjulang tinggi dihiasi batangan kayu kelapa pada setiap dinding bangunannya. Begitu pula di pucuk hotel terdapat sebuah ruangan besar yang menghadap ke muka laut yang jaraknya sekitar 50 meteran.

Seperti dikatakan Jaenul Abidin, sesepuh warga Cilangkahan, bahwa bangunan hotel itu hingga awal tahun 2000 masih bisa dipakai untuk disewakan pada pelancong, “ Bahkan tahun 1985 sampai 1995 dulu pengunjung ke sini rata-rata turis asing, itu hampir tiap hari mereka banyak datang. Namun karena tidak pernah diurus dan pemiliknya juga entah siapa, akhirnya bangunan itu lapuk dan runtuh lama-,lama sendiri, sekarang mah tinggal bekasnya saja,“, katanya.

Ketika BANPOS memcoba datang menyambangi kesana, memang masih terlihat puing-puing eks bangunan hotel yang masih tersisa. Katanya, dulu hotel itu pernah berdiri dengan gaya arsitek joglo. Menurut informasi, bangunan hotel Pantai Emas Talanca ini Tahun 1983 kala itu diresmikan oleh wakil Gubernur Jawa Barat, Karna Suwanda, seperti yang tertera dalam prasasti yang telah nampak buram.

Menurut Jaenul lagi, bahwa dulu hotel itu indah dan unik, “ Bangunannya ada tiga lantai, bentuknya seperti pendopo besar dan kamarnya banyak dan di dalam ada ruang besar untuk pertemuan,”. Terangnya, di depan yang menghadap ke pantai joka dipandang dari jendela hotel, itu bisa menikmati hamparan pasir pantai yang jaraknya 50 meter. Pinggir sebelah kanannya tertata taman bunga dengan sokongan bungalow. Sebelah timurnya terlihat keindahan danau seluas sekitar 7 hektaran yang dilengkapi speedboat untuk menikmatinya. “ sayang sekarang sudah tidak ada lagi, hanya puingnya saja, “, ujarnya.

Pesisir pantai talanca inipun sungguh mempesona, hamparan pasir yang membentang putih itu seakan tanpa batas mata memandang. Sepanjang pinggir pantainya dipenuhi rimbunnya pohon pandan dan pepohonan pantai yang membuat rindang kawasan. Ini banyak meninggalkan kesan, telah banyak para pelancong dulu yang terkagum-kagum melihatnya. Di ujung timur pantai ini terdapat juga peraduan air tawar dan laut dengan bukit kecil yang memisahkan dua jenis air berbeda rasa ini, itu terbentuk layaknya celah delta.

Sejak dibuka menjadi kawasan wisata Tahun 1981 silam, pelancong dari luar negeri tak pernah sepi mengunjungi Talanca, berjejer terlentang di antara hamparan pasir menikmati hangatnya mentari di setiap akhir pekan. Bahkan, di era 90-an musisi legendaris sekelas Iwan Fals pernah menginjakan kakinya di kawasan pantai yang pada saat itu masih di kelola sebuah perusahaan.

Tidak akan ada jalan Simpang-Talanca jika saja pantai talanca tidak pernah buka. Jalan sepanjang satu setengah kilometeran dengan lebar empat meteran itu merupakan hasil pembangunan perusahaan yang mengelola wisata pantai talanca. Kala itu, pihak perusahaan membebaskan lahan milik warga untuk membangun jalan yang di kanan kirinya ditanami pohon pagar jenis kelor. Sehingga, jika dimusim berbunga pohon kelor tampak lebih indah dengan bunganya yang berwarna ungu itu berjatuhan di atas jalan yang dilintasi para pengunjung seakan menyapa setiap yang mendatanginya.

Kini, semua itu hanya tinggal cerita. Entah mengapa sejak memasuki tahun 2000-an pihak perusahaan seakan enggan mengelola tempat wisata itu. Padahal masa kontrak Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan untuk mengelola wisata itu baru berakhir tahun 2011, “ Saya juga tidak tahu kok tempat sebagus ini ditelantarkan dan sekarang rata dengan tanah dan tinggal jadi puing-puing, “, kata Lukman, mantan pengelola hotel Talanca Beach.

Bahkan, kata Lukman lagi, sejak itu lahan bekas kawasan wisata itu telantar menjadi lahan tidur yang tidak pernah dilirik lagi. Pemerintah juga sepertinya tidak berkehendak mengambil alih untuk melanjutkan mengelola potensi wisata untuk lokasi ini, “ Sebenarnya Talanca ini berbeda dengan lokasi wisata lain di selatan ini, Talanca ini pantainya berdampingan dengan muara dan danau luas untuk mancing dan main speedboat. Yang saya tahu dulu setiap hari selain turis lokal, tidak sedikit turis asing datang kesini untuk sekedar jalan-jalan, kemping, ngeboking tempat dan bermain di danau. ”,ujarnya.

Sekarang tidak ada lagi taman bunga, tidak ada hotel, tidak ada galeri seni patung, tidak ada pelancong dari luar negeri. Yang tersisa hanya seonggok puing-puing bangunan hotel dan danau yang tak terpelihara. Walaupun keberadaan pantai emas beach itu kini hanya cerita yang mirip legenda, namun suasana keindahan pantai yang berdempetan dengan danau besar dan muara delta yang membentuk di tengah hamparan pasir indah pantai itu, masih layak untuk dikunjungi pelancong yang butuh inspirasi. (WIDODO CH/MALINGPING)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment