Ketum Partai NasDem Surya Paloh

Surya Paloh Terkesan “Kerdilkan” KPK

JAKARTA, BANPOS – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menolak memenuhi panggilan KPK terkait kasus suap hak interpelasi di DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan periode 2014-2019 dengan tersangka Budiman Pardamean Nadapdap.

Alasannya, Surya Paloh tidak mengetahui duduk permasalahan korupsi yang dimaksud KPK. Hal ini menimbulkan kesan, bahwa Surya Paloh menganggap “kerdil” lembaga antirasuah Indonesia. Padahal, seharus Surya Paloh hadir memenuhi pemanggilan KPK, minimal menunjukkan contoh sebagai warga negara yang baik.

Ketua DPP Partai NasDem, Taufik Basari mengatakan, jika dirinya telah berkomunikasi dengan Surya Paloh terkait pemanggilan KPK. Lembaga antirasuah itu meminta Surya Paloh menjadi saksi meringankan Budiman Pardamean Nadapdap, satu dari tujuh tersangka suap atau gratifikasi hak interpelasi.

Ia menegaskan, bahwa orang nomor satu di Partai Nasdem itu menolak panggilan KPK.

“Bapak Surya Paloh tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena tidak memiliki pengetahuan apa pun, tidak pernah mengalami, tidak pernah melihat dan tidak pernah mendengar mengenai perkara yang disangkakan kepada tersangka,” ujar Taufik Basari, seperti dikutip dari situs NasDem, Jumat (9/9/2016).

Menurutnya, panggilan KPK atas permintaan Budiman Pardamean Nadapdap tidak relevan.

“Permintaan agar Pak Surya Paloh menjadi saksi yang menguntungkan tersangka tidaklah relevan dan karenanya Ketum tidak bersedia memenuhi permintaan tersangka,” imbuhnya.

Taufik Basari menjelaskan, bahwa KPK hanya menyampaikan panggilan kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh atas permintaan tersangka Budiman.

“KPK melakukan pemanggilan hanya untuk memfasilitasi permintaan tersebut,” katanya.

Budiman meminta Surya Paloh sebagai saksi dalam kapasitas sebagai Ketum NasDem, selaku partai yang mengusung eks Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. (RMA/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment