Tembus Grand Final Audisi PB Djarum, Agatri Wibowo Ingin Menjadi Juara Dunia

SERANG, BANPOS – Satu lagi, tunas muda asal Provinsi Banten mengukir prestasi didunia. Sebelumnya, Reynaldi Arrayan Isya, siswa kelas 7 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Kota Tangerang Selatan, berhasil merebut juara tiga dalam kontes International Youth Robot Association di Daejeon, Korea Selatan dalam kategori personal.

Kali ini, Agatri Wibowo (11 tahun), Pebulutangkis junior Kota Serang berhasil mencetak prestasi membanggakan di ajang Audisi PB Djarum. Agatri, berhasil menembus babak grand final, yang berlangsung di Kudus pekan lalu.

Dengan hasil tersebut, Agatri bersama 52 atlet muda bulutangkis lainnya berhak masuk babak karantina PB Djarum, hingga 13 September mendatang.

“Saya senang bisa sampai tahap karantina. Saya akan lebih bersungguh-sungguh lagi di tahap ini, agar bisa diterima menjadi keluarga besar PB Djarum,” ujar Agatri, Minggu (4/9/2016).

Perjalanan Agatri bisa sampai ke tahap karantina memang tidak mudah. Agatri harus mengikuti audisi Djarum di Cirebon yang diikuti 413 peserta. Setelah masuk final dan lolos dari audisi Djarum di Cirebon, Agatri harus berhadapan dengan para finalis audisi yang diselenggarakan di delapan kota lainnya, Bandung, Palembang, Purwokerto, Balikpapan, Solo, Makasar, Surabaya dan Kudus. Jumlah peserta audisi di sembilan kota sebanyak 4.547 peserta.

“Sekarang tinggal 53 peserta dan perjuangan saya belum selesai,” tutur anak kedua dari pasangan Wibowo Sangkala dan Restuti Prihutami itu.

Agatri mengaku ingin sekali bergabung dengan PB Djarim karena bermimpi menjadi juara dunia tunggal putri. Bahkan bisa bermain di olimpiade dan mendulang emas.

“Saya ingin menjadi juara dunia, bisa bermain di olimpiade dan membawa pulang medali emas,” terang Agatri.

Sementara itu, Kepala PB Djarum, Fung Permadi, mengatakan perjalanan panjang Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2016 segera memasuki babak akhir.

Dari 135 peserta yang bersaing di final, hanya 63 yang lolos tahap pertama. Dan akhirnya, kini terpilih sebanyak 53 peserta akan menjalani proses karantina.

“Kami menilai tidak hanya dari kalah atau menang saja. Kami juga menilai kelebihan teknik mereka, apakah itu footwork, pukulan, tenaga atau stamina. Tetapi kami juga mempertimbangkan daya juang, ditambah juga potensi mereka untuk bisa berkembang atau tidak,” kata Fung.

Ke 53 atlet yang lokos terdiri dari delapan atlet putra U15, delapan atlet putri U15, 23 atlet putra U13 dan 14 atlet putri U13.

“Mereka lebih lanjut akan dinilai selama proses karantina. Akan dilihat bagaimana kedisiplinan dan kehidupan mereka sehari-hari, dan apakah mereka konsistensi semangat dalam keseharian mereka,” ungkap Fung.(RUL/NET)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment