a
Widget Image
terlalu lama duduk

Terlalu Lama Duduk, Ternyata Bisa Sebabkan Dua Penyakit Berbahaya

BANPOS – Duduk untuk jangka waktu yang lama, ternyata bisa meningkatkan risiko kondisi kesehatan menurun. Bahkan, beberapa penyakit berbahaya pun dengan mudah hinggap, seperti penyakit jantung dan diabetes.

Beberapa tahun terakhir, para peneliti menemukan, bahwa melakukan latihan di gym atau olahraga secara teratur tidak melindungi tubuh dari efek negatif duduk pada kesehatan secara keseluruhan.

“Terlepas dari berapa banyak aktivitas fisik seseorang, waktu menetap lama berakibat negatif pada kesehatan jantung dan pembuluh darah,” kata Deborah Young, seperti dilansir laman Yahoo Health, bebarapa waktu lalu.

Misalnya, menurut studi meta-analisis pada 2015 yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menyebutkan, bahwa olahraga 45 menit per hari tidak akan cukup untuk melawan efek negatif dari gaya hidup.

Sebuah studi BMJ tahun 2015 menyimpulkan hubungan antara duduk dan penyakit jantung, diabetes dan kanker.

Sebuah studi JAMA Cardiology yang meneliti lebih dari 700.000 subjek menunjukkan, bahwa duduk lebih dari 10 jam setiap hari bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke dan masalah kardiovaskular lainnya sebesar 8 persen.

“Tidak boleh lupa, bahwa jantung adalah otot. Seperti otot, jika tidak menggunakannya, akan kehilangan itu. Jika duduk sepanjang hari, hal itu menyebabkan pembuluh darah tidak bekerja dengan baik, mereka tidak memompa darah dan mereka tidak mengedarkan oksigen,” urai Johanna Contreras, asisten profesor kardiologi di Rumah Sakit Mount Sinai.

Dengan kata lain, latihan saja tidak cukup untuk menjaga kerja organ vital pada puncaknya. Menetap sepanjang hari memengaruhi setiap bagian dari tubuh yang mendapat darah.

Contreras mengatakan, bahwa mereka yang memiliki faktor risiko untuk penyakit jantung harus bergerak sepanjang hari.

“Saya mengatakan kepada pasien untuk bangun dan bergerak tiga kali. Mengambil waktu istirahat dari pekerjaan Anda dan keluar untuk berjalan-jalan,” terangnya.

Artinya, sesibuk apa pun, tubuh tetap harus mempunyai waktu untuk berolahraga.

” Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dan diabetes menghadapi risiko yang lebih tinggi sehingga mereka perlu bergerak lebih sering,” tukasnya. (JPNN/EKY)

Share With:
Rate This Article
No Comments

Leave A Comment